Prabowo dan DPR Rapat Tertutup Bahas Anggaran Pertahanan, Abdillah Toha: Takut Ketahuan Deal-deal Lainnya?

Sabtu, 5 Juni 2021 13:43

Mantan Anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha. /Twitter @AT_AbdillahToha

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Mantan anggota DPR RI Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN) Abdillah Toha memberikan kritik keras kepada Kementerian Pertahanan dan komisi I DPR yang menggelar rapat tertutup membahas polemik anggaran alat utama sistem senjata (alutsista).

Diketahui, Komisi I DPR menggelar rapat kerja dengan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto secara tertutup pada Rabu (2/6/2021).

“Menhan bilang anggaran pertahanan rahasia negara. Omong kosong. Anggaran pemerintah semuanya terbuka bagi publik untuk dibahas. Lagipula hampir semua senjata kita dibeli dari luar. Apanya yang mau dirahasiakan? Apa takut ketahuan harga, komisi, dan deal2 lainnya?,” tulis Abdillah Toha di akun Twitternya, Sabtu (5/6/2021).

Penasehat Wakil Presiden RI bidang Telaah Strategi ini mengaku salut dengan keberanian Connie Rahakundini Bakrie yang membongkar dugaan proposal anggaran alutsista senilai Rp1.760 triliun di Kemenhan.

“Salut kepada Connie Bakrie yang berani membongkar sampah kemenhan. Dia marah diragukan integritas akademisinya oleh menhan. Namun saya ragukan integritasnya sbg akademisi ketika percaya sejarah Israel Palestina berdasar bible di webinar yg dipimpin oleh penista Islam. Kok bisa begitu?,” sebut Abdillah Toha.

Sebelumnya, Abdillah juga memberikan balasan atas upaya Kemenhan yang mencari pelaku pembocor draft perpres soal pengadaan alutsista tersebut.

Katanya, pihak yang membocorkan itu secara tidak langsung telah menyelamatkan penerus bangsa dari utang negara.

“Kemhan akan proses hukum pembocor rencana pembiayaan alutsista 1,700 triliun yang akan dibiayai lewat utang. Menurut saya harusnya pembocor diberi hadiah dan medali karena menyelamatkan anak cucu kita sampai puluhan tahun mendatang untuk bayar utang,” ujarnya.

Dia juga Toha mengatakan anggaran sebesar itu bisa digunakan untuk hal bermanfaat lainnya, yakni pembangunan jalan tol dan rumah sakit.

Ia pun menyinggung rencana modernisasi alutsista yang menelan biaya tidak sedikit itu seolah mempersiapkan untuk perang.

“Bila biaya konstruksi jalan tol 150 milyar per km atau satu rumah sakit modern perlu 200 milyar, maka 1700 triliun itu bisa untuk bangun 11,300 km jalan tol atau 8500 rumah sakit lengkap dgn peralatannya. Kita sedang siap2 mau perang lawan siapa?”pungkasnya. (msn/fajar)

Bagikan berita ini:
1
4
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar