Autopsi Jenazah Pendeta Yeremia Zanambani, Ada Dugaan Terjadi Body Contact

Minggu, 6 Juni 2021 20:13

Ilustrasi jenazah-- jawa pos

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Autopsi jenazah Pendeta Yeremia Zanambani telah dilakukan. Ada dugaan terjadi body contact sebelum korban meninggal dunia.

Komisioner Komnas HAM, Choirul Anam, mengatakan autopsi jenazah Pendeta Yeremia Zanambani telah dilakukan dengan melibatkan masyarakat Hitadipa dan lembaga pengawas. Salah satu kesimpulannya Pendeta Yeremia tewas karena kehabisan darah.

“Apa yang jadi highlight, inilah sebenarnya nyambung dengan apa yang ditemukan Komnas HAM, waktu itu mengatakan Pendeta Yeremia meninggal karena kehabisan darah akibat luka tembak dalam jarak dekat, kedua ada potensi body contact, potensi tindakan fisik sebelum adanya kematian atau bahkan di antara penembakan itu. Body contact ini sedang diuji,” ujarnya saat jumpa pers virtual, Minggu (6/6).

Diterangkannya proses autopsi melibatkan tim ahli forensik dari Makassar dan Pusdokkes Polda Papua. Hasil autopsi secara lengkap membutuhkan waktu sekitar satu hingga dua bulan di laboratorium forensik dan saintifik di sebuah universitas.

Dikatakannya, pihaknya akan terus memantau proses tersebut agar adanya transparansi dan independensi.

“Hasil autopsi kemungkinan antara 1 sampai 2 bulan. Sebab ada beberapa bagian yang memang diambil dan memakan waktu secara saintifik dibuktikan. Apakah betul tewas karena pendarahan akibat tembakan atau karena kematian yang lain? Apakah betul ada tindakan-tindakan kekerasan lain di luar soal penembakan itu. Nah, itu diuji secara saintifik dan kami mendapat penjelasan prosesnya bagaimana dan sebagainya, kami apresiasi,” terangnya.

Bagikan berita ini:
10
4
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar