Hentikan Proyek Alutsistas Prabowo Rp1.700 Miliar, Ini Sedang Krisis!

Minggu, 6 Juni 2021 19:34

Ilustrasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PAN, Farah Puteri Nahlia, menolak rencana Kementerian Pertahanan (Kemenhan) yang dipimpin Prabowo Subianto berhutang Rp 1.700 triliun untuk pembelian Alat Utama Sistem Persenjataan (Alutsista).

“Saat ini Indonesia sedang menghadapi pandemi Covid 19. Upaya penanganan menjadi prioritas utama pemerintah agar ekonomi kita kembali pulih. Upaya menjaga ketahanan ekonomi masyarakat lebih urgen dan mendesak dilakukan tanpa mengurangi visi strategis penguatan pertahanan militer,” ujar Farah dalam keterangan tertulis yang diterima media, Minggu (6/6/2021).

Farah menilai, pembelian alat peralatan pertahanan keamanan (Alpahankam) atau Alutsista dengan anggaran sebesar itu tergesa-gesa dan belum terencana secara matang. Sebab, dalam pertahanan nasional perlu membaca visi menjadi strategi lalu menjadi doktrin pertahanan untuk membuat roadmap yang sesuai dengan Nawacita.

“Dengan pembacaan ancaman yang tepat dan komprehensif, kita dapat mengetahui kebutuhan alutsista apa saja yang perlu dan mendesak kita beli maupun yang tidak. Pertimbangan ini semata-mata sebagai bentuk proporsionalitas anggaran dan penentuan skala prioritas yang lebih seimbang,” terang dia.

Baca Juga: Penyebab komisi I DPR belum membahas anggaran pertahanan sebesar Rp 1.700 triliun

Farah mengatakan, anggaran tersebut beresiko membuat hutang Indonesia bertambah besar. Apalagi Periode Maret 2021 Hutang Berjalan Pemerintah RI sudah mencapai Rp. 6.445,07 triliun.

“Jadi, seharusnya setiap pembiayaan negara perlu dihitung konsekuensi logis dan rasionalisasi penggunaannya,” tutur Farah.

Bagikan berita ini:
8
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar