Prof Dwia: Politik Identitas Adalah Keniscayaan, Antisipasi Dampak Negatif

Minggu, 6 Juni 2021 13:47

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rektor Unhas, Prof Dr Dwia Aries Tina Pulubuhu MA, mengatakan bahwa politik identitas di Indonesia merupakan keniscayaan. Untuk itu, perlu langkah kreatif dan antisipatif untuk mencegah dampak negatifnya. Pluralisme di Indonesia merupakan kondisi normal, karena Indonesia pada dasarnya memiliki keragaman etnik, budaya, dan agama.

Hal itu disampaikan oleh Prof. Dwia ketika menjadi narasumber pada Focus Group Discussion (FGD) dalam rangka Kajian Strategik Jangka Panjang tentang “Pengaruh Politik Identitas Terhadap Demokrasi di Indonesia”. Kegiatan yang digelar oleh Deputi Bidang Pengkajian Strategik Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) Republik Indonesia ini berlangsung pada Jum’at (4/6), pukul 13.30 Wita di Hotel Rinra, Makassar.

Selanjutnya Prof Dwia menjelaskan bahwa pada satu sisi, politik identitas berdampak terhadap demokrasi di Indonesia. Namun, hal yang sama juga terjadi sebaliknya, mengingat demokrasi melewati masa pasang surut, terutama setelah proses reformasi.

“Jadi, selain penting untuk mendiskusikan pengaruh politik identitas terhadap demokrasi di Indonesia, juga penting untuk membahas bagaimana pengaruh demokrasi terhadap politik identitas di Indonesia,” kata Prof. Dwia.

Bersama Prof. Dwia, FGD menghadirkan dua narasumber lain, yaitu: Prof. Dr. Armin Arsyad, M.Si (Dekan FISIP Unhas), dan Dr. Phli. Sukri, M.A (Wakil Dekan Bidang Akademik FISIP Unhas).

Sementara itu, bertindak sebagai penanggap adalah Prof. Dr. Hamzah Halim, SH, MH (Wakil Dekan Bidang Akademik Fakultas Hukum Unhas), Dr. Andi Faisal (Wakil Dekan Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Kemintraan, Fakultas Ilmu Budaya Unhas), dan Dr. Tasrifin Tahara (Antropolog Unhas).

Bagikan berita ini:
9
1
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar