Sinetron Zahra, Menteri PPPA Apresiasi Keputusan KPI

Minggu, 6 Juni 2021 21:03

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga mengatakan, kasus Sinetron Zahra menjad...

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Masyarakat Indonesia digegerkan dengan salah satu sinetron di Tanah Air berjudul Suara Hati Istri: Zahra. Hal ini menjadi perbincangan karena pemeran bernama Zahra dalam sinetron ini masih berada di bawah umur yang secara tidak langsung mengajarkan pernikahan dini.

Adapun, saat ini sinetron tersebut sudah dihentikan sementara oleh Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). Atas hal itu, Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (MenPPPA) Bintang Puspayoga mengapresiasi keputusan itu.

“Keputusan KPI tersebut sangat kami apresiasi sebagai bentuk upaya perlindungan terhadap anak dari tayangan yang tidak mendidik dan melanggar hak anak,” kata Puspa dalam keterangannya, Minggu (6/6).

Ia mengharapkan kasus Sinetron Zahra menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi rumah produksi dan media televisi untuk menghasilkan konten atau penyiaran yang mendidik, bermanfaat dan memberi perlindungan anak serta memenuhi hak-hak anak.

Kata dia, setiap tayangan yang disiarkan oleh media elektronik seperti televisi, seharusnya mendukung program pemerintah dan memberikan edukasi kepada masyarakat terkait pencegahan perkawinan anak, Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO), pencegahan kekerasan seksual dan edukasi pola pengasuhan orangtua yang benar.

“Pemerintah saat ini tengah berjuang keras mencegah pernikahan usia anak sehingga setiap media dalam menghasilkan produk apapun yang melibatkan anak, seharusnya tetap berprinsip pada pedoman perlindungan anak mendasari semua upaya perlindungan anak,” tegas Bintang.

Bagikan berita ini:
5
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar