Anggaran Jumbo Alutsista, Sekjen PSI: Prabowo Lebih Pilih Beli Peluru Ketimbang Nasi

Senin, 7 Juni 2021 14:49

Raja Juli Antoni

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Raja Juli Antoni ikut berkomentar terkait rencana belanja Alat Utama Sistem Pertahanan (Alutsista) di Kementerian Pertahanan.

Hal itu diungkapkan Raja di akun twitternya akun @AntoniRaja, Senin (7/6/2021). Dalam cuitannya itu, dia membandingkan anggaran senjata dengan penanganan pandemi Covid-19.

“Hari-hari ini kita dikejutkan oleh rencana @Kemhan_RI Pak @prabowo yang akan membiaya dana pengadaan alat alat pertahanan sebesar Rp. 1.700T

Anggaran 1.700 T akan dipergunakan membeli peluru ketika rakyat korban Covid 19 bersusah payah mencari sesuap nasi,” katanya.

Berikut unggahan lengkap Raja J Antoni:

1700 Triliun Beli Nasi atau Peluru.

Dalam ilmu sosial sejak lama ada perdebatan dilema “guns and butter” yang saya terjemahkan secara longgar menjadi “nasi atau peluru”

sebuah utas    

1. Singkatnya “nasi dan peluru” menggambar perdebatan skala prioritas anggaran negara apakah akan dihabiskan untuk mendanai perang (alat pertahanan dll) atau program sosial untuk kesejahteraan rakyat.

2. Istilah “nasi dan peluru” dimulai ketika Perang Dunia I dimana William Bryan, the Secretary of State, mengundurkan diri karena pilihan-pilihan penganggaran yang memilih nasi ketimbang peluru.

3. Hari-hari ini kita dikejutkan oleh rencana @Kemhan_RI Pak @prabowo yang akan membiaya dana pengadaan alat alat pertahanan sebesar Rp. 1.700TAnggaran 1.700 T akan dipergunakan membeli peluru ketika rakyat korban Covid 19 bersusah payah mencari sesuap nasi.

4. Perdebatan penganggaranya pun cenderung tertutup, tidak transparan, senyap dari debat2 berkualitas kenapa @Kemhan_RI mengutamakan membeli peluru ketimbang nasi.Kita berharap @Kemhan_RI dan partai2 di @DPR_RI membuka secara transparan rencana ini terang benderang kpd rakyat.

5. Tentu saja kita ingin memiliki tentara yang sejahtera dengan sistem penggajian yang kompetitif dibanding profesi lain.Kita tentu juga mendukung program penyediaan rumah bagi prajurit dan keluarga mereka.

6. Kita juga tidak ingin kejadian KRI Nanggala yang merenggut nyama prajurit kita terulang kembali.Kita pun tidak ingin para penerbang terbaik kita gugur bukan di medan perang tapi karena tuanya pesawat yang mereka kemudikan.

7. Namun, sekali lagi, apakah pantas dan tepat di tengah pandemi yang menjerat leher rakyat bahkan untuk mendapatkan sesuap nasi.@Kemhan_RI justru menganggarkan biaya super jumbo untuk membeli peluru?

8. Ini dilema etis sekaligus strategis, Akhir pekan lalu saya turun ke lapangan di bantaran Ciliwung, Pancoran, membagikan “NasiBox PSI” bagi rakyat tidak punya di daerah sana.Saya benar benar merasakan rakyat kita lebih membutuhkan nasi ketimbang peluru.

9. Kami, @psi_id memilih nasi ketimbang peluru.Menurutmu?(msn/fajar)

Bagikan berita ini:
1
2
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar