Fakta Persidangan AS Ungkap Aliran Bansos ke Sri Wahyuni, Plt Gubernur Diminta Bersikap

Senin, 7 Juni 2021 15:46

Sri Wahyuni

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sidang dugaan suap infrastruktur dan perijinan yang menyeret Gubernur Sulsel Non Aktif Nurdin Abdullah, dengan terdakwa Agung Sucipto, tengah bergulir di Pengadilan Tipikor Makassar. Dalam sidang beberapa waktu lalu, terungkap sejumlah fakta baru.

Diantaranya, adanya sejumlah nama yang menerima aliran bansos Covid-19. Salah satunya, mantan Pelaksana Tugas Kepala Inspektorat Sulsel, Sri Wahyuni. Nama auditor muda itu disebut oleh Salman, mantan ajudan Nurdin Abdullah, yang saat itu dihadirkan sebagai saksi kasus tersebut.

Munculnya nama Sri Wahyuni, menjadi perhatian Koordinator FoKal NGO Sulsel, Djusman AR. Ia mengatakan, apapun yang terungkap di persidangan sebagai fakta persidangan, merupakan alat bukti yang kuat. Sebagai saksi, Salman menyatakan kesaksiannya dibawah sumpah, dan dilindungi undang-undang.

“Jika namanya disebut dalam persidangan, maka itu sudah menjadi fakta persidangan. Pelaksana Tugas Gubernur Sulsel, tentu tidak boleh melepas begitu saja dan harus ada tindak lanjut. Harus ditelusuri sejauh mana perannya,” kata Djusman AR, dalam Diskusi Publik “Korupsi Dana Bansos Covid-19, Bagaimana Sikap Kita?”, yang dilaksanakan Himpunan Mahasiswa Islam (HMI), di Hotel Four Point by Sheraton Makassar, Senin, 7 Juni 2021.

Djusman menyatakan, jika terbukti bersalah menerima aliran dana bansos Covid-19, Sri Wahyuni bisa mendapatkan sanksi, hingga pemecatan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN). Pelaksana Tugas Gubernur, Andi Sudirman Sulaiman harus menindaklanjuti kesaksian Salman, tentunya tanpa mengabaikan asas praduga tak bersalah.

Bagikan berita ini:
4
9
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar