Hipertensi Ancam Usia Muda 18 Tahun, Hindari Faktor Pemicunya

Senin, 7 Juni 2021 13:48

Hipertensi

FAJAR.CO.ID– Di tengah prevalensi hipertensi yang terus meningkat dan ancaman Covid-19, pemantauan tekanan darah rutin serta perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat disarankan. Sebagian masih belum menyadari bahaya hipertensi atau penyakit darah tinggi. Kini tren bergeser pada usia muda, bahkan dimulai sejak usia 18 tahun.

Hipertensi, yang juga disebut the silent killer, sering terjadi tanpa keluhan dan baru diketahui setelah terjadi komplikasi. Prevalensi hipertensi selama ini dianggap hanya terjadi di kalangan pasien berusia 60 tahun ke atas.

“Namun beberapa tahun terakhir, penyakit yang merupakan salah satu faktor risiko penyakit jantung koroner itu sering ditemui pada usia yang relatif lebih muda,” ujar Director, OMRON Healthcare Indonesia Tomoaki Watanabe, dalam keterangan resmi baru-baru ini.

Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) 2018, prevalensi hipertensi pada kelompok usia 18-39 tahun mencapai 7,3 persen dan prevalensi pre-hipertensi di rentang usia ini mencapai jauh lebih tinggi lagi, yakni 23,4 persen. Menurut Yayasan Jantung Indonesia (YJI), hipertensi tidak hanya menyerang mereka yang sudah lanjut usia tapi juga milenial, yakni generasi yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996.

Ketua Umum Yayasan Jantung Indonesia Esti Nurjadin mengatakan mengetahui adanya peningkatan prevalensi hipertensi dan ancaman penyakit Covid-19, pemantauan tekanan darah secara teratur dan perubahan gaya hidup yang lebih sehat sangat dianjurkan untuk memungkinkan deteksi dini dan pengelolaan penyakit yang lebih baik. Untuk mendukung kesehatan anak muda di masa pandemi, ia menekankan pentingnya pemantauan tekanan darah secara rutin di rumah, mengubah kebiasaan dan menjalani pola hidup sehat.

Bagikan berita ini:
1
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar