Kasus Suap NA, Jangan Biarkan “Pemain Lain” Bersorak

Senin, 7 Juni 2021 13:02

ILUSTRASI. NA

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Proses hukum dugaan gratifikasi yang menyeret Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah layak dipertanyakan, jika berhenti pada tiga orang saja. Setidaknya menengok dari fakta persidangan terdakwa Agung Sucipto.

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun diminta tak puas dengan menetapkan tiga tersangka. Dalam hal ini, Nurdin Abdullah, Agung Sucipto (Pemilik PT Agung Perdana Sucipto), dan Edy Rahmat (Sekretaris Dinas PUTR Sulsel).

Lembaga antirasuah ini diharapkan menyeret nama-nama yang satu per satu sudah mencuat di publik.Pengungkapan pihak lain yang terlibat ini pun diharapkan menjadi bagian dari upaya menemukan keadilan danmembuka kasus ini secara terang benderang. Dengan demikian, tidak ada pihak yang sesungguhnya ikut andil dan menikmati rangkaian dari tindak pidana korupsi ini, namun bisa tenang tanpa tersentuh hukum.

Siapapun yang masuk dalam lingkaran suap ini, menjadi ujian bagi KPK. Sekaligus menjadi jawaban bahwaKPK tidak sekadar mengungkap kasus di permukaan. Melainkan, bisa membuka tabir di balik kasus ini.

Bagikan berita ini:
10
5
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar