Kasus Suap NA, Jangan Biarkan “Pemain Lain” Bersorak

Senin, 7 Juni 2021 13:02

ILUSTRASI. NA

Slamet menyebut, sebagaimana cirinya, korupsi adalah tindakan bersama. Dengan begitu, dia menegaskan, dengan mendalami setiap keterangan saksi, maka kasus ini akan menganga dan membongkar sejumlah pihak yang harus ikut bertanggung jawab.

Bagi Slamet yang menjadi pekerjaan KPK dalam kasus ini adalah mengungkap pihak-pihak yang turutserta melakukan tindak pidana korupsi. Apalagi, setelah KPK meyakini alat buktinya sudah cukup untuk menjerat tiga orang yang sudah ditetapkan tersangka.

“Jadi yang sekarang harus dicari adalah yang turut melakukan,” jelasnya, Minggu, 6 Juni.

Menurutnya, kasus ini kemungkinan besar akan melebar. Penyidik juga tidak terlalu harus bekerja keras, karena akan terungkap sendiri dari keterangan para saksi. “Pasti ada yang ikut serta atau turut melakukan,”jelasnya.

Kendati demikian, dia menegaskan, memang penyidik harus betul- betul mendalami peran satu per satu nama yang terseret dalam kasus ini. Sebab, meskipun ada nama yang disebut dalam persidangan yang diduga adalah pemberi suap, itu juga tidak serta merta dapat dikatakan dia pemberi suap.

Keterangan tersebut, tegas Slamet, harus dilihat sejauh mana peranannya, bisa saja misalnya uang tersebut diberikan bukan untuk kepentingan yang menguntungkan dia.

Selain itu bisa juga untuk menyuruh pemberi suap tidak melakukan atau melakukan kewajibannya. “Makanya harus dilihat hubungan sebab akibatnya. Atau tidak secara langsung terjadi hubungan transaksional. Misalnya dengan plager, untuk mendapatkan suatu proyek atau keuntungan,” bebernya.

Bagikan berita ini:
8
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar