Lonjakan Covid-19 Tinggi, Empat Kecamatan di Jawa Timur Berlakukan Micro Lockdown

Senin, 7 Juni 2021 17:20

Pelaksanaan swab test di perbatasan Madura dan Surabaya, di Jembatan Suramadu. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, MADURA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Forkopimda akan memberlakukan mikro lockdown di empat kecamatan yang lonjakan kasusnya tinggi. Utamanya di Madura. Selain itu, sekolah tatap muka di empat kecamatan tersebut juga ditunda.

Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta menjelaskan, wilayah yang di-lockdown itu adalah Kecamatan Bangkalan, Klampis, Arosbaya, dan Kecamatan Geger. ”Optimalisasi PPKM mikro dengan melaksanakan mikro lockdown di empat kecamatan. Kami juga telah melakukan kesepakatan dengan bupati dan sekolah tatap muka sudah dibatalkan guna mencegah meluasnya Covid-19 di daerah tersebut,” tutur Nico pada Senin (7/6).

Meski demikian, Nico menegaskan, pihaknya telah melakukan penyemprotan desinfektan di berbagai wilayah. Salah satunya di rumah warga positif Covid-19 juga ditempeli stiker.

”Kita melakukan penempelan stiker di rumah atau tempat warga yang melaksanakan isolasi mandiri,” ucap Nico.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol Gatot Repli Handoko menambahkan, pihaknya turut menerjunkan personel dan alat kesehatan di Bangkalan. Hingga saat ini, personel yang telah turun sebanyak 100 personel Polres Bangkalan dan 75 personel Kodim Bangkalan.

Menurut Gatot, hingga kini ada 30 personel Sabhara Polda. Mereka dikirim di Perbatasan Surabaya-Bangkalan.

”Ada 20 personel dari Ditlantas yang ikut melaksanakan penyekatan Suramadu, 15 personel Ditpolair Polda Jatim di Pelabuhan Tanjung Perak, 5 tenaga Kesehatan Polres Bangkalan, 5 tenaga Kesehatan dari Dinas Kesehatan Bangkalan,” ujar Gatot.

Bagikan berita ini:
4
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar