Mancaji Tau Tongeng bagi Makkunrai

Senin, 7 Juni 2021 12:39

Oleh: Desy Selviana (Pustakwan)

Mencapai tingkatan “tau tongeng” dimulai dari pendidikan keluarga. Biasanya di kalangan orang Bugis anak pada usia lima-tujuh tahun anak-anak sudah dibimbing dan diarahkan untuk mengenal norma-norma yang paling dasar dahulu, yakni membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, mana yang pantas dan mana yang tidak pantas dilakukan.

Periode ini biasanya berlangsung satu sampai dua tahun dan tidak sama bagi semua anak, karena tiap individu mempunyai kemampuan membedakan satu dengan yang lain.Setelah anak mencapai usia tujuh sampai sembilan tahun, mulailah anak laki-laki dan anak perempuan dipisahkan, serta diarahkan untuk memasuki proses pembentukan menurut jenis kelaminnya, yang laki-laki akan diarahkan menjadi “worowane”, sedang perempuan diarahkan untuk menjadi “makkunrai”. Periode ini berlangsung sampai dua-tiga tahun lebih.

Jalur pembentukan informal dan non formal dengan mengarahkan anak mendengar dan atau mengalami sendiri dengan mengikutsertakan dalam kegiatan yang dilakukan secara aktif. Mula-mula sekadar mengenal dari dekat alat-alat dan tempat yang perlu, kemudian secara bertahap ikut serta berperan sebagai pembantu, akhirnya secara mandiri melaksanakan suatu kegiatan dengan pengawasan oleh seorang tua yang sudah profesional, yang terkenal dengan sebutan: ANRE GURU, SANRO KINO, JENNANG dsb.

Selama masa pembentukan ini yang biasanya berlangsung antara dua sampai tiga tahun, masing-masing kelamin diperkenalkan bentuk kehidupan kelaki-lakian yang disebut “AWO ROWANENGENG”. Sementara anak perempuan diperkenalkan dalam suasana kehidupan keperempuanan yang disebut “AMAK KUNRAINGENG”.

Bagikan berita ini:
9
2
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar