Rebutan Sebuah Toilet, Ajukan Gugatan hingga Kasasi

Senin, 7 Juni 2021 10:22

MILIK SIAPA: Sastra Widjaja Gondo Siswanto memasang pemberitahuan di depan bangunan toilet yang menjadi sengketa Rabu (2...

FAJAR.CO.ID,SURABAYA — Ini bukti bahwa toilet bernilai ”tinggi”. Sastra Widjaja Gondo Siswanto mengajukan gugatan hingga kasasi dan mengajukan gugatan lagi, demi sebuah toilet seluas 4 meter persegi.

Toko di Jalan Kopi Nomor 28 Surabaya sudah lama dikuasai keluarga Sastra Widjaja Gondo Siswanto secara turun-temurun. Kakek Sastra, Uh Yen Sin, awalnya menyewa toko ini dari PT Kalisarie selaku perusahaan pengembang kompleks pertokoan di kawasan tersebut sejak 1956. Tidak ada toilet di dalam bangunan seluas 25 meter persegi yang kini bernama Toko Subur itu.

”Sejak dulu pengembang pertokoan di Jalan Kopi dan di Jalan Slompretan tidak menyediakan kamar kecil atau WC yang lokasinya menyatu dengan tokonya,” ujar pengacara Sastra, Kosdar.

Toilet pribadi Toko Subur oleh pengembang dibangun di belakang Toko Santosa di Jalan Slompretan Nomor 82-B. Lokasi toilet Toko Subur saling membelakangi dengan toilet Toko Santosa. Menurut Kosdar, toilet yang dibangun terpisah dari bangunan toko sudah lumrah di kompleks pertokoan kawasan tersebut. Sebagian toko lain juga sama, bangunan toiletnya terpisah dan berada di belakang toko lain. ”Sebelum ini tidak pernah ada masalah,” katanya.

Ayah Sastra, Halim Gondosiswanto, membeli toko tersebut pada 1977 dari pengembang setelah lama disewa. Toko itu lantas dihibahkan Halim kepada Sastra pada 1997. Sastra punya bukti kepemilikan toko berupa sertifikat hak guna bangunan (SHGB). ”Objek sengketa tanah seluas 4 meter persegi yang di atasnya bangunan WC di belakang Toko Santosa merupakan fasilitas tak terpisahkan dari Toko Subur,” tutur Kosdar.

Bagikan berita ini:
2
8
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar