Rebutan Sebuah Toilet, Ajukan Gugatan hingga Kasasi

Senin, 7 Juni 2021 10:22

MILIK SIAPA: Sastra Widjaja Gondo Siswanto memasang pemberitahuan di depan bangunan toilet yang menjadi sengketa Rabu (2...

Namun, pada 2019, seseorang yang mengaku sebagai pegawai Toko Santosa datang ke Toko Subur. Dia meminta Toko Subur membongkar toilet yang berada di belakang Toko Santosa. Alasannya, tanah toilet itu milik Toko Santosa. Orang itu menunjukkan SHGB atas nama Awie Salim, pemilik Toko Santosa. SHGB itu menerangkan luas tanah Awie 48 meter persegi, termasuk tanah seluas 4 meter persegi yang di atasnya berdiri toilet Toko Subur.

”PBB (pajak bumi dan bangunan) dia (Awie) sebenarnya hanya 38 meter persegi. Tidak masuk WC itu. Di pembaruan sertifikat jadi 42 meter persegi pada 2019,” ungkapnya.

Sastra keberatan toiletnya diklaim Awie. Dia lantas menggugat Kantor Pertanahan (Kantah) II Surabaya sebagai pihak yang menerbitkan SHGB Awie di Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN) Surabaya. Sastra minta SHGB Awie dibatalkan karena sudah memasukkan bangunan toiletnya.

Gugatan itu tidak diterima PTUN karena menyangkut sengketa kepemilikan objek yang harus diselesaikan secara perdata. Sastra banding dan dikabulkan Pengadilan Tinggi TUN. Namun, di tingkat kasasi dia kalah lagi.

Sastra kini menggugat Awie di Pengadilan Negeri (PN) Surabaya sesuai petunjuk PTUN. Kosdar mengatakan, SHGB Awie cacat prosedur karena diterbitkan tanpa pernah ada pengukuran dulu. Selain itu, Awie dianggap sudah berbuat melawan hukum karena telah memasukkan toilet ke dalam sertifikat tanpa persetujuan atau pelepasan dari Sastra. ”Kami minta sertifikat dinyatakan tidak mempunyai kekuatan hukum mengikat sepanjang yang WC seluas 4 meter persegi,” katanya.

Bagikan berita ini:
6
7
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar