Tak Segrup, Rusia dan Ukraina Malah Ribut Jelang Piala Eropa 2020, Ini Pemicunya

Senin, 7 Juni 2021 17:02

Seragam sepak bola Ukraina menampilkan daerah Ukraina yang mencakup Krimea yang dicaplok Rusia [Screenshot / Reuters]

FAJAR.CO.ID, MOSKOW—Federasi sepak bola Ukraina sudah meluncurkan seragam tim nasional mereka untuk Piala Eropa 2020. Kit ini seketika diprotes kubu Rusia karena menampilkan Crimea yang dicaplok Rusia dan slogan-slogan nasionalis populer.

Dalam sebuah pernyataan yang diterbitkan di Facebook pada hari Minggu, Andriy Pavelko, presiden Federasi Sepak Bola Ukraina, mengatakan para pemain Ukraina akan mengenakan “seragam khusus” dan memposting foto-foto kaus dengan warna biru dan kuning dari bendera Ukraina.

Seperti dikutip dari Aljazeera, seragam sepak bola menampilkan kontur Ukraina yang mencakup Krimea yang dianeksasi Rusia dan wilayah Donetsk dan Lugansk yang dikuasai separatis serta kata-kata “Kemuliaan bagi Ukraina! Kemuliaan bagi para Pahlawan!”

“Kami percaya siluet Ukraina akan memberikan kekuatan kepada para pemain karena mereka akan berjuang untuk seluruh Ukraina,” kata Pavelko.

Slogan “Glory to Ukraine” adalah nyanyian patriotik yang menjadi seruan bagi para pengunjuk rasa yang menggulingkan pemimpin yang didukung Kremlin, Viktor Yanukovych, selama pemberontakan rakyat pada tahun 2014.

Pemberontakan itu dikutuk sebagai ilegal oleh Moskow dan memicu krisis dalam hubungan antara kedua negara. Rusia sendiri mencaplok Krimea dan mendukung pejuang berbahasa Rusia di timur Ukraina. Konflik tersebut telah menewaskan lebih dari 13.000 orang sejak 2014.

Seruan “Glory to Ukraine” dan “Glory to the Heroes” dikaitkan dengan perjuangan kemerdekaan Ukraina selama puluhan tahun. Slogan-slogan tersebut menuai kritik dari Moskow karena hubungannya dengan kelompok nasionalis era Perang Dunia II yang berperang melawan dan bekerja sama dengan Nazi.

Juru bicara kementerian luar negeri Rusia, Maria Zakharova mencemooh perlengkapan sepak bola itu. Ia mengatakan tim sepak bola Ukraina “menghubungkan wilayah Ukraina ke Krimea Rusia”. Desainnya, katanya, mengingatkan pada teknik seni “trompe l’oeil” yang menipu mata dan menciptakan “ilusi yang mustahil”.

Zakharova juga mengatakan bahwa penyelenggara dan penggemar Euro 2020 harus tahu bahwa seruan Ukraina “meniru” slogan Nazi yang terkenal. “Selama perang, seruan perang Nazi ini digunakan oleh unit bersenjata nasionalis Ukraina reguler dan tidak teratur,” kata Zakharova di Telegram.

Legislator Dmitry Svishchyov kepada RT mendesak UEFA selaku badan pengatur sepak bola Eropa, untuk bertindak. “Ini benar-benar tidak pantas,” tegasnya.

Anatoly Vorobyov, mantan sekretaris jenderal Persatuan Sepak Bola Rusia, mengatakan UEFA mungkin ikut campur jika Rusia secara resmi memprotes.

Kedua negara sama-sama akan tampil di Piala Eropa 2020. Ukraina tergabung di Grup C bersama Belanda, Austria, dan Macedonia Utara. Sementara Rusia ada di Grup B bersama Belgia, Denmark, serta Finlandia. (amr)

Bagikan berita ini:
5
7
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar