Ancaman Krisis Kehidupan Laut di Kawasan Spermonde

Selasa, 8 Juni 2021 13:39

Pulau Lanjukkang, Makassar. (Majid/FAJAR)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR– Pagi menyambut! Laut dengan air yang tenang disertai langit cerah menjadi pertanda baik untuk melaut.

Kami bersama para pengawas dari Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Sulawesi Selatan bergegas melakukan perjalanan ke pulau-pulau yang berada di kawasan spermonde Kota Makassar. Tujuannya, untuk melakukan pendataan terhadap kebutuhan warga pulau, dan memastikan kelestarian ekosistem laut tetap terjaga.

Bersama tujuh orang pengawas yang bertugas, perjalanan kami dimulai dari dermaga Anjungan Pantai Losari dengan mengenakan speed booth patroli laut.

Mesin speed boat pun dinyalakan, sang nahkoda langsung tancap gas melesat membelah air tenang menuju lautan lepas.

Pagi itu perahu kami berlayar di lautan sepanjang 23 mil menuju ke Pulau Langkai dan Pulau Lanjukkang yang menjadi tujuan akhir dari perjalanan kami.

Untuk sampai ke sana butuh waktu sekitar 4 jam jika menggunakan kapal jolloro’ yang digunakan para nelayan. Tapi, dengan speed booth yang dilengkapi dua mesin 200 PK 2 TAK, hanya butuh waktu sekitar 1 jam saja dari Anjungan Pantai Losari.

Di lautan, tentu tidak hanya ada kapal kami yang berlayar. Terlihat juga puluhan kapal nelayan berkawan hari yang cerah pergi untuk menangkap ikan.

Para nelayan rata-rata merupakan penduduk asli dari pulau-pulau kawasan spermonde di Makassar, yang terdiri dari Pulau Langkai, Barang Lompo, Samalona, Kodingareng Keke, Barang Caddi, Lanjukkang, Lumu-lumu, Bone Tambung, Kodingareng Lompo, Lae-lae, Kayangan, dan Pulau Lae-lae Kecil.

Bagikan berita ini:
9
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar