Miskin, Kurus, dan Diremehkan, Kisah Pemain Juventus, Cuadrado Dimulai dari Sel Penjara 212

  • Bagikan
Juan Cuadrado. (Foto dari BeSoccer)

FAJAR.CO.ID, BARRAQUILLA—Kemiskinan dan tubuh kurus karena makan yang tidak teratur tidak menjadi penghalang untuk sukses. Pemain Juventus, Juan Guillermo Cuadrado membuktikan hal tersebut.

Kisah memilukan dalam membangun karier ini diceritakan Juan Guillermo Cuadrado dalam bukunya. Dalam buku itu, ia juga menceritakan janji yang dia buat kepada ibunya Marcela Bello ketika masih kecil.

"Jangan khawatir, Bu, saya akan menjadi pemain profesional dan Anda tidak perlu bekerja lagi," kata Juan Guillermo Cuadrado kepada Doña Marcela yang berjuang membesarkannya setelah ayahnya, Don Guillermo menjadi korban kekerasan yang melanda Urabá pada 1980-an.

Dari Necoclí, keluarga Cuadrado Bello pergi ke Apartadó untuk mendaftarkan bocah 9 tahun itu ke sekolah sepak bola. Dengan tim dari Urabá ia memainkan turnamen Asefal yang terkenal di Barranquilla dan di sanalah para pemandu bakat menemukannya.

Tetapi dalam perjalanan untuk menyelesaikan pelatihan, banyak pintu ditutup untuknya karena dia masih sangat muda atau karena dia tidak diberi makan dengan baik. Namun, Juan Guillermo bertahan, berjuang untuk mimpinya dan menepati janjinya kepada ibunya.

“Ini adalah pesan untuk anak-anak yang ingin maju, jangan pernah menyerah pada mimpinya, jika mereka ingin menjadi seseorang dalam hidup, bekerja keras, dengan disiplin dan banyak dedikasi, dan mempercayai kondisi mereka seperti yang saya lakukan,”kata Cuadrado minggu lalu saat presentasi bukunya dikutip dari El Pais.

Hari ini Cuadrado adalah pemain sepak bola yang diakui dengan status internasional. Kisahnya tentang mengatasi kemiskinan ditulis oleh Jeins Durán. El País berbicara pada Jeins Durán tentang buku: 'Cuadrado: panita, esta es mi historia' ini. Termasuk bagaimana ide menulis sejarah Cuadrado muncul?

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan