Petinggi Partai di Lingkaran Suap Proyek Infrastruktur di Sulsel

Selasa, 8 Juni 2021 11:54

ILUSTRASI

Hasil penelusuran FAJAR, Ferry Tanriadi merupakan pemilik PT Karya Pare Sejahtera. Dia mendapat proyek pembangunan ruas Jalan Strategis Lingkar Sidrap.

Nilai proyeknya sebesar Rp10,6 miliar. Proyek yang dikerjakan tersebut panjangnya 0,7 kilometer dan ditender 18 Mei 2018 oleh Dinas PUTR Sulsel.

Kemudian Nurwadi Bin Pakki alias Momo, pemilik PT Tocipta Sarana Abadi mengerjakan proyek jalan ruas Solo-Paneki-Kulampu Wajo dengan panjang 7,4 kilometer. Nilai proyek dari Dinas PUTR Sulsel itu sebesar Rp24,6 miliar dan dialokasikan pada APBD 2020.

Perusahaan konstruksi PT Kurnia Mulia Mandiri milik Indar mendapat jatah proyek pengerjaan jalan dengan nilai Rp49,8 miliar pada Dinas PUTR Sulsel. Ruas yang dikerjakan yakni Jalan Paleteang-Malimpung-Mallaga-Kaberedi Pinrang, yang panjangnya 7,5 kilometer pada APBD 2020. Proyek ini ditender 15 September lalu.

Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa empat saksi di Mapolda Sulsel terkait kasus Nurdin Abdullah. Mereka adalah Nurwadi Bin Pakki alias Momo (pengusaha), Muhammad Nusran (dosen), Tasyrif Hakim (PNS), dan HH (wiraswasta).

“Mereka diambil keterangannya terkait tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021. Dua pengusaha, satu dosen, dan satu PNS,” beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kemarin.

Nama Momo kerap muncul dalam persidangan. Misalnya saja pada keterangan eks Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti dan Syamsul Bahri.

Bagikan berita ini:
4
5
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar