Petinggi Partai di Lingkaran Suap Proyek Infrastruktur di Sulsel

Selasa, 8 Juni 2021 11:54

ILUSTRASI

Sari mengaku Nurdin Abdullah sempat memerintahkannya untuk meminta uang Rp1 miliar ke Momo. Begitu pun dengan Syamsul yang juga mengakui sempat menitip uang ke Nurdin Abdullah dalam amplop.

Soal pengakuan ajudan Nurdin Abdullah di persidangan terkait aliran dana, FAJAR mencoba konfirmasi ke Ferry Tanriady. Namun, tak ada respons.

Terkait dugaan keterlibatan kontraktor yang juga disebut petinggi partai itu, FAJAR menghubungi Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrief dan Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Nasdem Sulsel, Tobo Haeruddin. Namun, juga tak ada respons dari keduanya.

Syaharuddin awalnya sudah mengonfirmasi siap untuk diwawancara. “Lewat WA (WhatsApp, Red) saja,” kata dia singkat, saat FAJAR menghubunginya berkali-kali.

Namun, saat ditanyakan status Ferry sebagai bendahara dan sikap Partai Nasdem soal Ferry yang kerap disebut di persidangan meminta proyek hingga diduga melakukan penyuapan, dia mendadak tak memberi respons. Meski pesan singkat yang telah dilayangkan telah diterima dan dibacanya.

Sejak Pansus Angket SK kontroversial yang bergulir di DPRD Sulsel 2019 lalu, nama Ferry sudah mencuat. Ferry bersama Agung Sucipto disebut yang mengusulkan Kepala Biro Pembangunan Pemprov Sulsel, Jumras untuk dicopot ke Gubenur Nurdin Abdullah.

Mulai saat itu juga, pengurus Nasdem itu terus menghindar. Setiap saat akan dimintai keterangan, mereka selalu menghindari awak media. (ful-ru/ham-rif/fjr

Bagikan berita ini:
3
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar