Petinggi Partai di Lingkaran Suap Proyek Infrastruktur di Sulsel

Selasa, 8 Juni 2021 11:54

ILUSTRASI

Kemarin, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memeriksa empat saksi di Mapolda Sulsel terkait kasus Nurdin Abdullah. Mereka adalah Nurwadi Bin Pakki alias Momo (pengusaha), Muhammad Nusran (dosen), Tasyrif Hakim (PNS), dan HH (wiraswasta).

“Mereka diambil keterangannya terkait tindak pidana korupsi suap perizinan dan pembangunan infrastruktur di lingkungan Pemprov Sulsel tahun anggaran 2020-2021. Dua pengusaha, satu dosen, dan satu PNS,” beber Plt Juru Bicara KPK, Ali Fikri, kemarin.

Nama Momo kerap muncul dalam persidangan. Misalnya saja pada keterangan eks Kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa Pemprov Sulsel Sari Pudjiastuti dan Syamsul Bahri.

Sari mengaku Nurdin Abdullah sempat memerintahkannya untuk meminta uang Rp1 miliar ke Momo. Begitu pun dengan Syamsul yang juga mengakui sempat menitip uang ke Nurdin Abdullah dalam amplop.

Soal pengakuan ajudan Nurdin Abdullah di persidangan terkait aliran dana, FAJAR mencoba konfirmasi ke Ferry Tanriady. Namun, tak ada respons.

Terkait dugaan keterlibatan kontraktor yang juga disebut petinggi partai itu, FAJAR menghubungi Sekretaris DPW Nasdem Sulsel, Syaharuddin Alrief dan Ketua Organisasi Kaderisasi dan Keanggotaan (OKK) Nasdem Sulsel, Tobo Haeruddin. Namun, juga tak ada respons dari keduanya.

Bagikan berita ini:
7
4
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar