Soal Pria Bercelana Loreng Bentak Warga Viral, Bupati Angkat Bicara

Selasa, 8 Juni 2021 21:29

Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan SH, MH

FAJAR.CO.ID, GOWA — Beredarnya pria yang memakai celana loreng membentak warga saat membuang sampah sembarangan, membuat Bupati Gowa, Adnan Purichta Ichsan angkat bicara.

Menurutnya, pria yang marah itu sudah kesal karena permukimannya sudah sangat kotor. Makanya, pria itu pun berinisiatif menunggu dan menindak siapa saja yang buang sampah di tempat yang tidak seharusnya itu.

“Selama ini saling menyalahkan siapa yang membuang. Akhirnya warga di sana berinisiatif untuk menunggui dan akan ketahuan siapa yang paling sering buang sampah di situ,” kata Adnan, Selasa (8/6/2021).

Bupati Gowa dua periode ini menyebut, memang warga yang ada di dalam video itu sudah habis kesabaran karena banyaknya sampah yang menumpuk di wilayahnya.

Papan bicara yang dipasang di sana, tidak dihiraukan. Sehingga orang luar seenaknya membuang sampah tanpa rasa bersalah selama ini.

“Itu adalah bentuk kekecewaan dan akumulasi yang selama ini memang selalu mencegah dengan menuliskan pengumuman tidak boleh buang sampah. Tapi selalu saja full sampah di lokasi itu. Bahkan meresahkan masyarakat,” tambahnya, kepada jurnalis fajar.co.id.

Pria bercelana loreng yang membentak warga dalam video yang tersebar luas di sosial media itu terjadi di Desa Pangkabinanga, Kecamatan Pallangga, Kabupaten Gowa, belum lama ini.

Dalam video berdurasi satu menit yang diperoleh, tampak pria yang memakai celana loreng itu marah dan membentak pria yang memakai helm di depannya itu.

Pria berloreng itu juga sempat menunjuk-nunjuk ke arah pria berhelm tadi, yang kedapatan membuang sampah sembarangan.

Pria berhelm itu sempat membela diri. Dia mengaku terakhir membuang sampah di tempat itu sejak beberapa hari yang lalu.

Namun pria berloreng itu tak mau tahu. Dia justru memarahi dan terus membentak pria berhelm itu lantaran geram dengan aksi warga lain yang membuang sampah sembarangan di sekitar domisilinya itu.

Masih di tempat yang sama, seorang wanita yang memakai mukena juga mengalami nasib yang sama. Dia juga dilabrak oleh warga sekitar karena kedapatan membuang sampah di tempat yang dianggap tidak seharusnya.

Bahkan, wanita itu harus menanggung malu di depan umum. Sampah miliknya justru ditaruh di atas kepalanya oleh warga sekitar yang telah geram. (ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
9
3
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar