RUU Penghinaan Presiden Disoal, Felix Siauw: Hina Ulama ga Apa, Asal Jangan Hina Bapak aja

Rabu, 9 Juni 2021 15:26

Felix Siauw

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pendakwah Ustadz Felix Siauw diduga memberikan sindirannya terhadap rancangan undang-undang KUHP tentang penghinaan presiden dan wakil presiden. RUU KUHP itu, saat ini tengah dalam tahap sosialisasi oleh Kementerian Hukum dan HAM.

RUU itu mengatur penghinaan terhadap Presiden dam Wakil Presiden bisa terkena pidana kurungan 3,5 tahun penjara. Bahkan, lebih berat jika dilakukan lewat media sosial, yakni ancaman hukuman maksimal 4,5 tahun penjara.

Meski tidak terangan-terangan menyebut, namun Ustad Felix Siauw mengumpamakan pemerintah sebagai seorang kepala keluarga yang merasa tidak nyaman dengan anak-anaknya. Dia pun membuat aturan agar dirinya tidak dikritik oleh anak-anaknya.

“Seorang bapak insecure bikin aturan di rumahnya, “Siapa kritik bapak, dikurung di kamar mandi 2 tahun”, “Siapa dianggap menghina atau menyinggung bapak, nggak dikasi makan 3 hari”#DemokrasiBanget,” tulis Felix Siauw dikutip FIN dari Twitter-nya, Rabu (9/6).

Lebih lanjut Felix juga menyindir soal radikal dam ekstrimisme yang selama ini selalu diungkit pemerintah. Felix menilai bahwa yang berseberangan dengan pemerintah dicap radikal.

“Di rumah bapak itu juga, radikal itu maksudnya nggak suka dia, ekstrim itu maksudnya menasihati dia, intoleran itu maksudnya kita mengidolakan selain dia,” katanya

“Di rumah bapak insecure, akal adalah musuh, cerdas itu terlarang, berpikir itu dosa, menasihati itu kriminal, kesalihan itu intoleransi-radikal dan ekstrim,” sambungnya.

Bagikan berita ini:
4
5
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar