Sembako Bakal Dipajaki, Tagar Rezim Bangkrut Menggema di Twitter

Rabu, 9 Juni 2021 17:36

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wacana penarikan pajak terhadap barang kebutuhan pokok seperti pangan atau sembako telah menimbulkan keriuhan publik di media sosial. Publik sontak marah, kaget bercampur bingung.

Kok sembako saja harus dipajaki? Apakah bangsa ini berada di ambang kebangkrutan?

Lihat saja bagaimana warganet menyuarakan protesnya terhadap wacana tersebut. Hashtag Rezim Bangkrut pun menggema di Twitter dan merangsek jadi trending topic.

Pengenaan PPN sembako tertuang dalam revisi Undang-Undang Nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP). Pengenaan pajak diatur dalam Pasal 4A draf revisi UU Nomor 6.

Dalam draf beleid disebutkan, barang kebutuhan pokok (sembako) serta barang hasil pertambangan atau pengeboran dihapus dalam kelompok jenis barang yang tidak dikenai PPN. Itu artinya, daftar yang dihapuskan akan dikenai PPN.

Barang pokok yang bakal dikenai pajak meliputi beras dan gabah, jagung, sagu, kedelai, garam konsumsi, daging, telur, susu, buah-buahan, sayur-sayuran, ubi-ubian, bumbu-bumbuan, dan gula konsumsi.

Begini reaksi frontal netizen yang dikutip fajar.co.id dari laman Twitter, Rabu (9/6/2021).

“Akan datang suatu jaman, ketika pajak yg dipungut oleh penguasa membuat rakyat semakin menjerit, sehingga kebutuhan hidup rakyat semua dikenakan pajak. Maka waspadalah jika menemui jaman tersebut karena artinya #RezimBangkrut. Maka larilah ke Gunung dan makanlah dedaunan,” gumam @abu_waras.

Bagikan berita ini:
3
4
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar