Belajar dari Kasus Gofar Hilman, Menghapus Kekerasan Seksual Butuh Intervensi Negara

Kamis, 10 Juni 2021 17:03

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Ramai tudingan terhadap Youtuber Gofar Hilman prihal pelecehan seksual kembali menghangatkan isu ini ke permukaan.

Keberanian seorang perempuan pemilik akun Twitter @quweenjojo atau Nyelaras yang mengaku sebagai korban pelecehan oleh Gofar Hilman menuai sorotan tajam. Tak sedikit yang mengulurkan kekuatan, solidaritas dan peluk kasih sayang untuknya.

Sistem hukum di Indonesia tidak cakap menangani kasus kekerasan seksual. Karenanya, wajar bila banyak penyintas kekerasan seksual akhirnya butuh waktu membangun keberanian bercerita.

Sekolah Tinggi Hukum Indonesia Jentera dalam cuitannya di Twitter menjelaskan panjang lebar terkait isu kekerasan seksual.

Menurut Jentera, kita tak bisa membicarakan kekerasan seksual seperti membicarakan kasus penipuan atau pencurian. Penyebab kekerasan seksual bukanlah adanya peluang atau keserakahan, melainkan cara berpikir keliru, yang membutuhkan upaya sistemik untuk membongkarnya.

Menghapus kekerasan seksual membutuhkan intervensi negara melalui undang-undang sebagai bentuk formalnya. Adanya Undang-Undang Penghapusan Kekerasan Seksual akan membawa perubahan setidaknya melalui tiga hal.

Pertama, undang-undang adalah komitmen negara untuk menyelesaikan masalah. Karena itu, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual tak hanya berisi aturan pidana.

Bagikan berita ini:
1
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar