Isu PPN Sembako, Pemprov Imbau Masyarakat Masifkan Pertanian Keluarga

Kamis, 10 Juni 2021 20:59

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Fitriani.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Isu Pajak Pertambahan Nilai (PPN) untuk kebutuhan pokok (sembako) kini menjadi kekhawatiran sendiri bagi masyarakat.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Sulsel, Fitriani, mengatakan, selama ini masyarakat memang selalu diimbau untuk bagaimana memanfaatkan lahan kosong atau pekarangan-pekarangan rumah agar bisa menghasilkan pangan sendiri.

“Sehingga dalam mengelola rumah tangga, adami pangannya yang lain. Sisa kebutuhan yang memang tidak bisa dia buat. Ada namanya pertanian keluarga. Ada namanya pemanfaatan pekarangan lestari,” katanya, Kamis (10/6/2021).

Lebih lanjut kata dia, jika pemerintah akan membuat sebuah kebijakan pada dasarnya ada beberapa hal yang menjadi pertimbangan apalagi ini terkait kebutuhan pokok.

“Pasti pemerintah juga memperkirakan, karena kalau ketahanan pangan, itu sepuluh pangan pokok strategis harus siap. Jadi mulai dari berasnya, gula pasir, telurnya, daging ayamnya, daging sapi, cabe, bawang-bawangnya, dsb, harus siap,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Gubernur Sulsel, Andi Sudirman Sulaiman tak ingin menanggapi lebih jauh jika belum ada pemberitahuan resmi dari pusat.

“Kita sudah mendengar dari berita tapi kita butuh resminya juga. Belum ada ke saya,” jelasnya.

Sekadar diketahui, rencana pengenaan PPN tercatat dalam Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP) perubahan kelima atas UU nomor 6 tahun 1983 tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan.

Bagikan berita ini:
5
3
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar