Ketua Kadin Sulsel: Bukan Persoalan Mahar, Tetapi Harus Dirasakan Eksistensinya

Kamis, 10 Juni 2021 17:30

Andi Iwan Darmawan Aras

FAJAR.CO.ID, BONE — “Mahar atau sumbangsih kandidat bukanlah masalah. Yang penting kepedulian untuk Kadin di Bone yang bisa dirasakan eksistensinya bagi masyarakat,” kata Ketua Kadin Provinsi Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, Kamis (10/6/2021).

Hal itu diutarakannya merespons Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Bone yang adanya mahar Rp100 juta. Menurut Ketum AIA sapaan karibnya, ini hanya dinamika organisasi. Amanah AD/ART wajib dilaksanakan Muskab. Dari Kadin Sulsel menunjuk Plt Kadin Bone, Andi Imran Mappasonda dalam upaya melaksanakan proses Muskab.

“Persoalan mahar, sebenarnya itu bukan masalah. Intinya, saya tidak melarang dan tidak menganjurkan. Yang saya minta dilaksanakan sesuai AD/ART agar kepengurusan terbentuk nantinya legitimate,” ucapnya.

Dalam pelaksanaan Muskab, kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu, panitia butuh dana melaksanakan kegiatan. Bisa dari sponsor, bantuan perusahaan anggota, bisa juga kandidat berkontribusi.

“Saya menunjuk Ketum Imran melaksanakan Muskab. Menghimpun anggota dulu baru melaksanakan Muskab. Soal biaya panitia harus kreatif dari mana sumbernya sepanjang tidak melanggar AD/ART atau PO,” sebutnya.

Pada dasarnya, kata dia, di Bone kan belum ada anggota. Baru dimulai dari awal ini. Proses muskab ini harus berjalan aman, untuk mengantar Kadin Bone kembali legitimate kepengurusannya dengan anggota yang jelas.

“Persoalan ada kewajiban kandidat mau Rp100 juta per orang kenapa tidak. Bagaimana mau jadi ketua jika tidak ada kepedulian. Tentu kan butuh pengorbanan,” bebernya.

Bagikan berita ini:
2
1
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar