Ketua Kadin Sulsel: Bukan Persoalan Mahar, Tetapi Harus Dirasakan Eksistensinya

  • Bagikan
Andi Iwan Darmawan Aras

FAJAR.CO.ID, BONE -- "Mahar atau sumbangsih kandidat bukanlah masalah. Yang penting kepedulian untuk Kadin di Bone yang bisa dirasakan eksistensinya bagi masyarakat," kata Ketua Kadin Provinsi Sulsel, Andi Iwan Darmawan Aras, Kamis (10/6/2021).

Hal itu diutarakannya merespons Musyawarah Kabupaten (Muskab) Kadin Bone yang adanya mahar Rp100 juta. Menurut Ketum AIA sapaan karibnya, ini hanya dinamika organisasi. Amanah AD/ART wajib dilaksanakan Muskab. Dari Kadin Sulsel menunjuk Plt Kadin Bone, Andi Imran Mappasonda dalam upaya melaksanakan proses Muskab.

"Persoalan mahar, sebenarnya itu bukan masalah. Intinya, saya tidak melarang dan tidak menganjurkan. Yang saya minta dilaksanakan sesuai AD/ART agar kepengurusan terbentuk nantinya legitimate," ucapnya.

Dalam pelaksanaan Muskab, kata Wakil Ketua Komisi V DPR RI itu, panitia butuh dana melaksanakan kegiatan. Bisa dari sponsor, bantuan perusahaan anggota, bisa juga kandidat berkontribusi.

"Saya menunjuk Ketum Imran melaksanakan Muskab. Menghimpun anggota dulu baru melaksanakan Muskab. Soal biaya panitia harus kreatif dari mana sumbernya sepanjang tidak melanggar AD/ART atau PO," sebutnya.

Pada dasarnya, kata dia, di Bone kan belum ada anggota. Baru dimulai dari awal ini. Proses muskab ini harus berjalan aman, untuk mengantar Kadin Bone kembali legitimate kepengurusannya dengan anggota yang jelas.

"Persoalan ada kewajiban kandidat mau Rp100 juta per orang kenapa tidak. Bagaimana mau jadi ketua jika tidak ada kepedulian. Tentu kan butuh pengorbanan," bebernya.

Politikus Partai Gerindra itu menegaskan, siapa pun yang terpilih Ketua Kadin harus berkorban dan mencintai organisasi. Dan bagaimana mengayomi anggota Kadin dan pengusaha yang ada di Bone serta bersinergi dengan pemerintah.

"Bukan sekadar dipasang namanya bahwasanya saya Ketua Kadin. Dan ke depan Kadin harus punya sekretariat sendiri. Jangan sampai ada suara, tidak ada gambar," tegasnya lagi.

"Ketua harus memiliki kemampuan atau kapabilitas yang mampu mengayomi anggota, teladan, dan menyelesaikan semua permasalahan. Dan pasti ketuanya harus berkorban. Dan tidak usah perdebatkan mahar, fokus saja membangun Kadin di Bone, dan eksistensinya bisa dirasakan oleh masyarakat," sambung Andi Iwan. (agung/fajar)

Dapatkan berita terupdate dari FAJAR di:
  • Bagikan