KPU Lutim Lolos Jeratan Kode Etik

Kamis, 10 Juni 2021 14:32

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Penyelenggara pemilu di Kabupaten Luwu Timur lolos dari jeratan dugaan pelanggaran kode etik. Perkara yang diadukan tidak terbukti.

Dugaan pelanggaran Kode Etik Penyelenggara Pemilu (KEPP) dengan teradu Bawaslu Lutim terdaftar dengan perkara nomor 51-PKE-DKPP/II/2021. Kemudian untuk dugaan pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu(KEPP) dengan teradu KPU Lutim terdaftar dengan perkara nomor 52-PKE-DKPP/II/2021.

Anggota Majelis Sidang DKPP, Didik Supriyanto saat membacakan amar putusan mengatakan keputusan yang diambil Bawaslu Lutim sudah sesuai dengan ketentuan. Ini berdasarkan penilaian atas fakta dan memeriksa keterangan pengadu, mendengar dan memeriksa jawaban teradu. Juga memeriksa bukti-bukti dokumen dari pengadu dan teradu.

“Hasilnya tidak terbukti ada pelanggaran kode etik penyelenggara pemilu,” ungkapnya, Rabu, 9 Juni.

Ketua Majelis Sidang DKPP, Prof Teguh Prasteyo menuturkan pihaknya menyimpulkan menolak pengaduan pengadu dan merehabilitasi nama baik teradu. Pihaknya memerintahkan Bawaslu Sulsel untuk melaksanakan keputusan ini paling lama 7 hari sejak keputusan ini dibacakan.

“Juga memerintahkan Bawaslu RI mengawasi pelaksanaan keputusan ini,”bebernya.

DKPP juga menolak pengaduan pengadu untuk perkara yang menyeret Ketua dan anggota KPU Lutim. Sehingga penyelenggara pemilu mendapat rehabilitasi atau pemulihan nama baik.

“Tidak terbukti melanggar kode etik. Jadi DKPP memutuskan menolakpengaduan pengadu. Se-hingga memerintahkan KPU melaksanakan keputusan ini sejak 7 hari dibacakan,” tukasnya.

Bagikan berita ini:
2
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar