Wacana Pemekaran Bone Selatan, Pemkab Bone Dinilai Tak Serius Mendukung

Kamis, 10 Juni 2021 12:06

ILUSTRASI. Pemekaran Daerah

FAJAR.CO.ID, BONE — Pemkab terkesan tutup mata menyikapi desakan pemekaran oleh masyarakat Bone Selatan (Bonsel). Tak ada upaya serius apalagi membentuk tim untuk melobi pusat agar segera mencabut moratorium pemekaran Bonsel.

Wacana Pemekaran Bone Selatan (Bonsel) menjadi kabupaten kembali digaungkan. Sudah 14 tahun masyarakat berjuang, agar calon Daerah Otonomi Baru (DOB) ini bisa segera dimekarkan.

Seluruh persyaratan bahkan telah dipenuhi. Termasuk terbitnya amanat presiden (Ampres) untuk pemekaran Bone Selatan. Namun, terbitnya moratorium presiden, berdampak pada tertundanya proses pemekaran Bonsel dan 65 DOB lainnya.Termasuk Luwu Tengah. Pemekaran harus tertunda akibat moratorium itu.

Akademisi, Muh Arif Ridha menegaskan, lambannya pemekaran Bonsel disebabkan pemerintah daerah yang tidak terlalu proaktif. Ia menuding Pemkab Bone tak serius mendukung pemekaran Bonsel.

“Pemkab jangan tutup mata. Jangan kaku menyikapi adanya moratorium. Harusnya dibentuk tim untuk melobi pusat agar moratorium pemekaran bisa segera dicabut,” katanya kepada RADAR BONE, Selasa 8 Juni kemarin.

“Saya melihat, bukan semata-mata karena moratoriumnya. Justru, lambannya pemekaran Bonsel, persoalannya ada di pemerintah daerah. Pemerintah tidak terlalu proaktif memperjuangkan pemekaran ini,” tambahnya.

Dosen KPI IAIN Bone ini mengatakan, Pemkab Bone jangan pasrah menyikapi adanya moratorium pemekaran.

Ia menegaskan, Warga Bone Selatan sudah lama mendambakan adanya pemekaran.Mereka yakin jika Bonsel mekar, akan berdampak positif bagi warga khususnya dari segi ekonomi dan lapangan pekerjaan.

Bagikan berita ini:
10
10
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar