Anggaran Terbatas, RSKD Dadi Kewalahan Tangani Pasien

Jumat, 11 Juni 2021 17:46

Kondisi di RSKD Dadi Makassar (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Rumah Sakit Khusus Daerah (RSKD) Dadi Makassar ternyata telah mengalami kesulitan dalam menangani pasien. Pasalnya, hampir setengah dari jumlah pasien semula sebanyak 700 tak ditanggung oleh Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS).

Direktur Utama RSKD Dadi Makassar, Arman Bausat mengatakan, pihaknya telah mencoba melakukan pengurangan jumlah pasien yang sebelumnya 700 menjadi 350. Dari 350 jumlah pasien, masih ada 50 pasien yang tidak ditanggung oleh BPJS.

Anggaran yang mesti dikeluarkan ketika jumlah pasien masih 700, sebesar Rp10 miliar per tahun. Setelah dilakukan pengurangan 350, anggaran bisa diminimalisir sekitar 30-40 persen yakni paling besar Rp4 miliar per tahun.

“Kenapa kami kurangi karena hampir setengahnya itu tidak dibayarkan BPJS. Jadi beban rumah sakit. Dan ternyata setengahnya itu sudah layak pulang sebenarnya,” katanya ketika ditemui di RS Dadi, Jumat, (11/6/2021).

Jumlah pasien membengkak kata Arman, karena selama ini pihak keluarga lebih senang jika pasien dirawat di RS. Bahkan pasien juga lebih nyaman dirawat di RS daripada dipulangkan. Sehingga, meski pasien telah dipulangkan, biasanya akan kembali setelah beberapa hari.

Selain itu, yang membuat RSKD terbebani dari segi anggaran karena aturan BPJS hanya menanggung maksimal 180 hari. Lebih dari 180 hari, mau tidak mau pihak RS yang akan menanggung.

Bagikan berita ini:
3
1
10
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar