Buka Isolasi Desa Terpencil, Jembatan Gantung Makammu II Takalar Mulai Dibangun

  • Bagikan

FAJAR.CO.ID, TAKALAR -- Arus sungai yang besar di kala musim hujan menimbulkan rasa khawatir bagi warga Desa Cakura, Kelurahan Bulukunyi, Kecamatan Polsel, Kabupaten Takalar, Sulawesi Selatan yang melintasi sungai Bulukunyi.

Warga desa Cakura mayoritas bertani dan berladang. Repotnya saat musim panen tiba, petani harus berjalan memutari sungai untuk sampai ke desa lainnya atau kota guna menjual hasil bumi mereka.

Bahkan, warga mesti memarkir motornya di tepi sungai. Kemudian, mereka harus menyeberangi sungai berbatu untuk bisa sampai ke Takalar.

Tak lama lagi, desa Cakkura punya sarana jembatan gantung untuk mempermudah akses mereka serta menghapus rasa khawatir mereka karena sudah ada jembatan gantung yang menghubungkan dua wilayah yang terbelah sungai.

Anggota Komisi V DPR RI Hamka B Kady menghadiri langsung acara peletakan batu pertama pembangunan jembatan gantung Makammu II ini pada Jumat (11/6/2021).

Proyek ini adalah program berkelanjutan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian PUPR, dimana kementerian ini adalah mitra Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur.

Hamka mengatakan, panjang bentang jembatan tersebut 60 meter. Di ujungnya sudah dipondasi. Rangka jembatan pun sudah siap, sisa diangkut ke lokasi pembangunan.

Ia memberi apresiasi setinggi-tingginya terhadap pemerintah yang begitu responsif mewujudkan kebutuhan masyarakat khususnya di Sulawesi Selatan ini.

Memang, kata legislator Senayan dua periode ini, proyek jembatan gantung di Takalar sempat tertunda karena adanya pandemi dimana terjadi keterlambatan dalam proses administrasi, tender dan sebagainya. Yang awalnya harus selesai tahun ini, karena waktunya bergeser, jadi anggarannya pun menjadi multiyear.

  • Bagikan