Demonstran Djabir: Ada Niat Jahat dalam Pengelolaan CSR Vale

Jumat, 11 Juni 2021 06:52

Aksi demonstrasi di Kolaka memprotes kebijakan PT Vale, awal pekan lalu.

FAJAR.CO.ID, KOLAKA – Ketua LSM Forsda Sultra, Djabir Teto Lahukuwi menyebut ada niat jahat dibalik terbentuknya tim komite yang mengelola dana Rp9 miliar CSR PT Vale. Sebab, tim komite yang dikoordinatori oleh Asisten II Setda Kolaka itu disinyalir dibentuk secara diam-diam oleh PT Vale dan Pemkab. Buktinya, pembentukan komite tidak melibatkan pihak-pihak terkait seperti Wakil Bupati Kolaka Muh Jayadin dan DPRD Kolaka.

“Pembentukan komite ini (seolah-olah) melegalkan penggunaan dana CSR. Untuk menampung dana keluar masuknya dana CSR tersebut, maka dibuatlah akal-akalan oleh komite CSR dengan membuat rekening bersama oleh orang tertentu, dan dana CSR tersebut juga tidak dimasukkan dalam ABPD. Dana CSR ini juga tidak diketahui oleh ketua dan anggota DPRD Kolaka serta lebih konyolnya lagi tidak diketahui oleh Wakil Bupati Kolaka,” ungkap Djabir saat unjuk rasa di depan Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Kolaka, Senin 7 Juni 2021 lalu seperti dikutip kolakapos.com.

Djabir mengatakan, dana CSR yang dikelola tim komite dengan membuat 13 jenis kegiatan proyek yang mekanismedan pelelangan proyek tersebut tidak diketahui secara pasti. Lalu tiba-tiba muncul rekanan mengerjakan proyek tersebut tanpa mekanisme transparan publik. Hal ini membuat kecurigaan masyarakat, dengan mekanisme yang tertutup dalam pengelolaan dana oleh orang tertentu. 

“Patut dicurigai ada niat jahat perbuatan melawan hukum, upaya yang bersifat terstuktur, sistematis dan masif, untuk memperkaya diri sendiri atau orang lain, menguntungkan diri sendiri atau orang lain atau koorporasi, menyalahgunakan kewenangan atau sarana yang ada padanya karena jabatan atau kedudukan yang dapat merugikan perekonomian negara melalui penggunaan dana CSR PT Vale Rp9 miliar,” bebernya.

Bagikan berita ini:
5
2
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar