Kesaksian Nurdin Abdullah, 150 Ribu Dolar Singapura Bukan Hadiah Proyek, Tapi Biaya Saksi Pilkada

Jumat, 11 Juni 2021 12:33

Nurdin Abdullah.

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Gubernur Sulsel nonaktif, Prof HM Nurdin Abdullah (NA) menjadi saksi pada sidang terdakwa dugaan suap dan gratifikasi proyek infrastruktur di Sulsel, Agung Sucipto (AS) di ruangan Harifin Tumpah Pengadilan Negeri Makassar, Kamis (10/6/2021).

Nurdin Abdullah yang hadir secara virtual dari Rutan KPK mengungkap berbagai fakta atas dugaan kasus yang menimpanya.

Melalui kesaksiannya, NA mengaku, mengenal Anggung sejak menjabat sebagai Bupati Bantaeng. Pada tahun 2019, Anggung pernah memberikan uang sebesar 150 ribu dolar Singapura atau sebesar Rp1,5 miliar kepada NA.

Bukan untuk kepentingan pribadi NA, melainkan untuk dana pilkada paslon Tommy Satria Yulianto dan Andi Mangkasau. Digunakan untuk membayar saksi, baju partai, alat peraga dan lainnya. 

“Saya tidak pernah minta. Tapi sebenarnya (dolar) itu untuk Pilkada karena ada usungan seorang calon di sana,” ungkapnya.

Hal itu kemudian memantik Ronald Ferdinand Worotikan selaku Jaksa Penuntut Umum (JPU) bertanya, terkait boleh tidaknya seorang Gubernur menerima uang tersebut? 

“Itu tidak boleh, tapi ini murni untuk Pilkada Bulukumba, bukan sebagai kapasitas saya sebagai gubernur,” jawab Nurdin.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini juga mengaku, Anggung sudah dua kali ke rujab gubernur. Akan tetapi, tujuannya bukan untuk dimenangkan dalam sebuah proyek melainkan membahas tentang perkembangan Provinsi Sulsel dan politik.

Bagikan berita ini:
9
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar