Nilai Tukar Petani Sulsel Naik Tipis 0,17 Persen, BPS: Trend Positif

Jumat, 11 Juni 2021 22:12

ILUSTRASI

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Badan Pusat Statistik (BPS) merilis nilai tukar petani (NTP) gabungan provinsi Sulsel pada Mei 2021. Ditemukan NTP sebesar 98,26 atau naik dibandingkan dengan NTP Bulan Mei 2021 sebesar 98,09.

Kepala BPS Sulsel, Suntono menyebut kenaikannya 0,17 persen. Meski memang naik tipis, namun hal ini telah menunjukkan trend positif.

Ia menjabarkan, NTP Subsektor Tanaman Pangan (NTPP) tercatat sebesar 93,92, Subsektor Tanaman Hortikultura (NTPH) sebesar 108,69, Subsektor Tanaman Perkebunan Rakyat (NTPR) sebesar 104,42, Subsektor Peternakan (NTPT) sebesar 103,19, dan Subsektor Perikanan (NTNP) sebesar 104,58.

“Pada Bulan Mei 2021, Nilai Tukar Petani (NTP) mengalami kenaikan pada semua subsektor kecuali Subsektor Tanaman Pangan yaitu turun sebesar 1,16 persen dari bulan sebelumnya,” ungkap BPS Sulsel melalui situs resminya dikutip pada Jumat (11/6/2021).

Sedangkan kenaikan terbesar terjadi pada subsektor Tanaman Hortikultura yaitu sebesar 2,53 persen.

Sementara itu jika ditilik secara nasional, NTP Mei 2021 sebesar 103,39 atau naik 0,44 persen dibanding NTP bulan sebelumnya.

Kenaikan NTP dikarenakan Indeks Harga yang Diterima Petani (It) naik sebesar 0,66 persen, lebih tinggi dari kenaikan Indeks Harga yang Dibayar Petani (Ib) sebesar 0,21 persen.

Pada Mei 2021, terjadi kenaikan Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) di Indonesia sebesar 0,22 persen yang disebabkan oleh kenaikan indeks pada sepuluh kelompok pengeluaran.

Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) nasional Mei 2021 sebesar 104,04 atau naik 0,48 persen dibanding NTUP bulan sebelumnya.Harga Gabah Kering Panen di Tingkat Petani naik 2,87 persen dan Harga Beras Premium di Penggilingan naik 0,81 persen

Dari 1.675 transaksi penjualan gabah di 27 provinsi selama Mei 2021, tercatat transaksi gabah kering panen (GKP) 63,40 persen; gabah kering giling (GKG) 20,00 persen; dan gabah luar kualitas 16,60 persen.

Selama Mei 2021, rata-rata harga GKP di tingkat petani Rp4.398,- per kg atau naik 2,87 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.498,- per kg atau naik 2,27 persen dibandingkan harga gabah kualitas yang sama pada bulan sebelumnya.

Rata-rata harga GKG di tingkat petani Rp4.944,- per kg atau naik 1,27 persen dan di tingkat penggilingan Rp5.048,- per kg atau naik 1,06 persen. Harga gabah luar kualitas di tingkat petani Rp4.137,- per kg atau naik 3,91 persen dan di tingkat penggilingan Rp4.225,- per kg atau naik 3,45 persen.

Diketahui, Nilai Tukar Petani (NTP) adalah perbandingan indeks harga yang diterima petani (It) terhadap indeks harga yang dibayar petani (Ib).

NTP merupakan salah satu indikator untuk melihat tingkat kemampuan/daya beli petani di perdesaan. NTP juga menunjukkan daya tukar (terms of trade) dari produk pertanian dengan barang dan jasa yang dikonsumsi maupun untuk biaya produksi. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
7
3
8
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar