Nurdin Abdullah Tuding Bawahan Memfitnah di Sidang Terdakwa Agung Sucipto

Jumat, 11 Juni 2021 14:28

Agung Sucipto,

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Pengakuan mantan Kabiro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemprov Sulsel, Sari Pudjiastuti berbeda dengan kesaksian Nurdin Abdullah. Gubernur Sulsel nonaktif bahkan menyebut Sari telah memfitnahnya.

Pada sidang terdakwa Agung Sucipto, 27 Mei lalu, Sari Pudjiastuti mengaku, selama menjabat plt kepala Biro Pengadaan Barang dan Jasa, dirinya sering dipanggil oleh Nurdin Abdullah untuk menitipkan perusahaan yang akan dimenangkan.

Dia selalu dipanggil menghadap di rumah pribadi Nurdin melalui informasi dari ajudan. Termasuk pemenangan PT Cahaya Seppang Bulukumba milik Anggu.

Sari Pudjiastuti juga mengungkap permintaan Nurdin untuk mencarikan dana sebesar Rp1 miliar pada kontraktor yang menjadi rekanannya. Kontraktor yang ditunjuk adalah Haji Momo, pemilik PT Tocipta Sarana Abadi. Permintaan itu juga disanggupi.

Anggota maupun mantan anggota kelompok kerja Biro Pengadaan Barang dan Jasa Setda Pemprov Sulsel juga dihadirkan pada sidang di hari yang sama. Mantan anggota pokja, Andi Salmiati, Anggota Pokja 2, Syamsuriadi, anggota Pokja 7, Ansar, mengaku diarahkan oleh Nurdin Abdullah untuk memenangkan kontraktor tertentu.

Caranya dengan melakukan pengecekan mendalam terhadap berkas perusahaan selain yang ditunjuk oleh gubernur. Sedangkan untuk perusahaan yang ditunjuk, akan diberikan persyaratan sesuai petunjuk sebelumnya.

Namun, semua kesaksian bawahannya itu dibantah oleh Nurdin Abdullah. Dia bahkan menyebut dirinya difitnah atas kesaksian Sari Pudjiastuti.

Bagikan berita ini:
4
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar