Tim Pendamping Penyidik KPK Bantah Ada Intimidasi Saksi Suap Bansos Covid-19

Jumat, 11 Juni 2021 21:41

Ilustrasi penyidik KPK. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Tim pendamping dua penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membantah Praswad Nugraha dan Muhammad Nur Yoga melakukan intimidasi terhadap saksi kasus dugaan suap pengadaan bansos Covid-19.

Praswad dan Yoga merupakan dua penyidik KPK yang tengah melakukan penyidikan kasus dugaan suap bansos. Keduanya dituduh melakukan intimidasi terhadap saksi kasus bansos Agustri Yogaswara alias Yogas.

“Kami tegaskan bahwa tidak pernah terjadi intimidasi apalagi kekerasan fisik,” kata Tim Pendamping Sidang Kode Etik Dewan Pengawas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) atas para Penyidik Bansos Covid-19 March Falentino di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (11/6).

Praswad dan Yoga dilaporkan ke Dewan Pengawas KPK oleh Yogas. Perkaranya saat ini tengah disidangkan.

Menurut March, setiap penyidik KPK, termasuk Praswad dan Yoga, selalu menjalankan penggeledahan dan pemeriksaan sesuai kode etik dan peraturan perundangan yang berlaku.

Dalam setiap kegiatan penggeledahan, kata March, penyidik dan petugas KPK selalu melakukan dokumentasi audio visual.

“Hal itu bertujuan sebagai fungsi kontrol bagi petugas dan penyidik KPK dan untuk pihak yang digeledah,” jelasnya.

Selain itu di setiap ruang pemeriksaan KPK, sambung March, selalu dilakukan perekaman secara audiovisual. Bahkan, kata dia, ruang pemeriksaan bisa diawasi langsung oleh Direktur Penyidikan, Deputi Penindakan, hingga lima Pimpinan KPK.

Bagikan berita ini:
5
8
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar