Anggaran Alutsista Susah Diaudit, Denny Siregar Sarankan Kemenhan Bentuk Dewas Diketuai Ahok

Sabtu, 12 Juni 2021 09:44

Denny Siregar. (Cokro TV/Youtube)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA– Polemik soal rencana anggaran pembiayaan alat utama sistem pertahanan atau alutsista masih ramai diperbincangkan publik.

Terlebih, bocornya rancangan anggaran ini menjadi tanda tanya. Sebab, rancangan tersebut merupakan rahasia negara.

Rancangan belanja tersebut tertuang rancangan Peraturan Presiden (Perpres) tentang Pemenuhan Kebutuhan Alat Peralatan Pertahanan dan Keamanan Kementerian Pertahanan dan Tentara Nasional Indonesia Tahun 2020-2024 (Alpalhankam).

Disebutkan dalam rancangan Perpres tersebut, angka yang dibutuhkan untuk membeli alat utama sistem senjata Tentara Nasional Indonesia (Alutsista) adalah US$ 124.995.000, yang jika dikonversikan ini sekitar Rp 1.788.228.482.251.470 (kuadriliun) atau Rp 1.700 triliun lebih.

Pegiat media sosial, Denny Siregar mengaku pembelian alutsista merupakan rahasia negera. karena itu, untuk mengauditnya pun sangat susah.

“Pembelian alutsista itu sifatnya rahasia, maka susah banget di auditnya. Ini yang jadi masalah. Peluang korupsinya sangat besar. 1 % saja komisi dr 1.760 T = 17 T. Gede..,” tulisnya di akun Twitternya, Sabtu (12/6/2021).

Karena itu, dia meminta Kementerian Pertahanan (Kemenhan) membentuk dewan pengawas (Dewas) seperti yang ada di KPK.

“Seandainya ada dewan pengawas kayak di @KPK_RI mungkin bs dikurangi potensi korupsinya. Ketuanya Ahok,” ungkapnya.

Tak hanya itu, Denny menyebut pembelian alutsista yang digagas Menhan Prabowo Subianto adalah hal yang wajar.

Bagikan berita ini:
4
9
3
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar