Kadishut Sultra: PT Tiran Mineral Miliki Izin Lengkap, Pihak yang Persoalkan Bisa Pidana

Sabtu, 12 Juni 2021 23:22

Lokasi tambang PT Tiran Group.

FAJAR.CO.ID, KENDARI — PT Tiran Group membuktikan diri sebagai salah satu perusahaan nasional yang sangat berpihak pada kesejahteraan masyarakat lokal. Di bawah bendera PT Tiran kini berdiri pabrik gula, perkebunan, peternakan, dan pertambangan serta unilever. 

Tiran Group  dengan segala unit usahanya tersebut telah mempekerjakan masyarakat lokal lebih dari 10.000 orang. Terbaru PT Tiran juga mengembangkan satu unit usaha lagi, yakni Smelter di Desa Waturambaha wilayah Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara. Smellter ini dibawah bendara PT Tiran Mineral. 

Kegiatan terbaru Tiran Group melalui anak grup, PT Tiran Mineral kini sedang mengembangkan usaha membangunan Smellter yang berlokasi di desa Waturambaha Kecamatan Laosolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara.

PT Tiran Mineral dalam perencanaan kegiatan membangun Smelter ini diawali dulu dengan kegiatan penataan lokasi dengan meratakan gunung yang ada di dalamnya. Dan bila di dalamnya ada bahan galian atau kandungan mineral yang ditemukan, maka atas perintah Undang-Undang bisa mengambilnya untuk dilakukan penjualan sesuai Izin Usaha Penjualan yang telah diberikan, dan Tiran komitmen membayarkan pajaknya ke negara.

Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sulawesi Tenggara (Sulta) seperti rilis diterima fajar.co.id, Sabtu 12 Juni 2021 mengatakan, berkaitan dengan aktifitas pembanguan Smelter tersebut semua legalitas seperti IUP, Izin Industri, IPPKH, IUPKI, dan segala izin lainnya semuanya sudah ada dan telah lengkap dipenuhi.

“Kalau masih ada pihak-pihak yang mempersoalkan izin dan legalitas lainnya, maka itu sudah masuk kategori pidana karena sama dengan menghalang-halangi proses pembangunan sedang berjalan. Dan bila itu terus-terusan dilakukan bahkan mengarah kepada tindakan menghasut maka bisa jadi akibatnya tidak hanya berurusan dengan pihak perusahaan malah nanti juga akan berurusan dengan pihak penegak hukum,” tegas Kadishut. 

PT Tiran dan Groupnya kata dia, adalah perusahaan yang sungguh-sungguh mau membangun di daerah Sulawesi Tenggara. Pihaknya pun bersungguh-sungguh mengawal niat baik tersebut. 

“Menjadi tidak adil kiranya kalau ada pihak-pihak yang terus menerus mempersoalkan aktifitas Tiran padahal didukung dengan semua kelengkapan legalitas sementara yang lainnya tidak jelas lagalitasnya seolah didiamkan saja,” tambah Sahid. 

Di daerah Konawe Utara  kata dia, Tiran telah mempekerjakan 800 orang lebih warga lokal. “Insya Allah kalau sudah  berdiri Smellter di Waturambaha maka dilakukan rekruitmen ribuan karyawan. Sehingga bisa menjadi lapangan kerja baru bagi masyarakat lokal,” kata Sahid panjang lebar.  

Oleh karena itu, Sahid menambahkan selaku pemerintah daerah, sangat berharap dukungan full semua pihak.  Banyak fitnah ke PT Tiran. Semua itu tidak benar. Ada pandangan bahwa Tiran hanya berkedok seolah-olah membangun Smellter padahal dibalik itu hanya mau menambang saja, ini adalah fitnah yang sengaja dihembuskan pihak-pihak yang tidak ingin Smelter beridiri di Konawe Utara. 

Karena segala legalitas yang dikeluarkan kepada pihak Tiran untuk aktifitas di Waturambaha ini adalah Legalitas yang berkaitan dengan pendirian smellter dan semua itu butuh biaya besar dalam kepengurusannya. Lagi pula kalau hanya sekedar menambang, Pihak Tiran sudah punya lahan tambang berlokasi di Lameruru Langgikima Konawe Utara seluas 1.400 Hektar yang diperkirakan di tambang sampai 20 tahun ke depan pun tidak akan habis. 

Jadi kalau PT Tiran tujuannya sekadar menambang tentu tidak perlu lagi ke Waturambaha, cukup  maksimalkan saja yang di Lameruru Langgikima tersebut. Tapi karena kita ingin supaya daerah Konawe Utara ini punya Smellter sendiri,  sehingga pihak Tiran dengan segala ikhtiar bersungguh-sungguh mewujudkannya.

Dukungan penuh dan kerja sama dari semua pihak tahun 2022/2023 nanti di desa Waturambaha wilayah Lasolo Kepulauan Kabupaten Konawe Utara sudah bisa berdiri Smelter tersebut. (*)

Bagikan berita ini:
1
4
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar