Pengakuan Rocky Gerung Sangat Mencengangkan

Sabtu, 12 Juni 2021 12:02

Rocky Gerung. (DOK.FAJAR)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Akademisi Rocky Gerung mendadak buka suara terkait pasal dalam RUU KUHP yang menyebut penghinaan kepada Presiden dan Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) bisa dikenai pidana. Hal tersebut diungkapkan Rocky Gerung dalam video berjudul “Pasal Zombie, Berani Hina Presiden Jokowi, Awas Pidana Menanti!” yang tayang di saluran YouTube miliknya.

Dalam tayangan tersebut, Rocky Gerung berbincang dengan Hersubeno Arief yang menjelaskan soal RUU KUHP di mana menghina Presiden bisa dikenai hukuman pidana.

Rocky Gerung pun mengakui bahwa dirinya seharusnya yang paling khawatir karena bisa habis digugat oleh DPR. “Yang paling khawatir (saya), karena kalau pasal itu dihidupkan, wah, habis saya, 540 anggota DPR langsung melakukan gugatan,” jelas Rocky Gerung dikutip GenPI.co, Jumat (11/6).

Mantan dosen filsafat Universitas Indonesia ini menyoal pasal RUU KUHP tersebut, menurutnya, hal itu sebagai gejala memburuknya demokrasi di Indonesia.

“Ini satu gejala memburuknya demokrasi. Mestinya demokrasi bertumbuh, pidana terhadap pikiran publik berkurang apalagi terhadap kritik dan hinaan kepada presiden,” ungkapnya.

Pakar politik ini kemudian menyoroti pasal serupa yang pernah dibatalkan Mahkamah Konstitusi beberapa tahun lalu.

Meski pasal baru yang diusulkan berbeda, namun menurut Rocky Gerung intinya tetap sama yakni adanya penghinaan terhadap Presiden maupun DPR. “Mahkamah Konstitusi sudah batalkan, nanti ada debat lain dari yang diusulkan. Memang lain, tapi intinya (sama),” ujar Rocky Gerung.

Bagikan berita ini:
1
9
2
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar