Sandi Gedung Putih Fee 5 Persen, ACC Sulawesi: Menyamarkan Pemberian Gratifikasi

Sabtu, 12 Juni 2021 11:16

Ilustrasi/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Terdakwa kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa proyek infrastruktur di Sulsel, Agung Sucipto juga menggunakan sandi itu. Diduga untuk pemberian fee proyek infrastruktur jalan yang sedang dikerjakannya.

Agung alias Anggu menjadi terdakwa kasus suap setelah terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Penangkapan Anggu bersamaan dengan Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah. Anggu diduga memberikan gratifikasi kepada Nurdin melalui ajudan gubernur.

Penggunaan sandi yang diduga untuk pemberian fee diungkap oleh Direktur PT Cahaya Sepang Bulukumba, Raymond Ferdinand Halim, Raymond mengungkap fakta tersebut pada persidangan terdakwa Agung Sucipto, Kamis, 10 Juni.

Peneliti ACC Sulawesi, Angga Reksa menyampaikan, maksud sandi merupakan kode dari Anggu harus didalami lebih lanjut.

Angga menyampaikan, dalam praktik suap terhadap pejabat negara, modus yang sering digunakan adalah menggunakan sandi atau kode tertentu.

“Sandi atau kode itu untuk menyamarkan pemberian suap atau gratifikasi kepada pejabat negara tersebut,” bebernya.

Fakta adanya pesan singkat Whatsapp yang dikemukan Raymond menurut Angga sangat jelas mengarah ke tujuan fee.

Angga pun mendesak KPK juga terus mengejar peran Anggu dan kode lain yang sangat mungkin juga pernah disampaikan ke Raymond ke pejabat lain.

Kode atau sandi harus terus diburu untuk mengetahui mengarah ke mana saja. Siapa saja yang pernah menikmati fee proyek. “Termasuk dugaan keterlibatan mantan bupati Bulukumba AM Sukri,” tegasnya.

Bagikan berita ini:
4
5
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar