Sulsel di Pusaran Korupsi, Gratifikasi Proyek Gunakan Sandi Gedung Putih Fee 5 Persen

Sabtu, 12 Juni 2021 10:45

Ilustrasi/FAJAR

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Penggunaan sandi juga diterapkan di lingkungan kontraktor. Salah satunya untuk pemberian gratifikasi.

Terdakwa kasus dugaan suap pengadaan barang dan jasa proyek infrastruktur di Sulsel, Agung Sucipto juga menggunakan sandi itu. Diduga untuk pemberian fee proyek infrastruktur jalan yang sedang dikerjakannya.

Agung alias Anggu menjadi terdakwa kasus suap setelah terjaring operasi tangkap tangan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi. Penangkapan Anggu bersamaan dengan Gubernur Sulsel nonaktif, Nurdin Abdullah. Anggu diduga memberikan gratifikasi kepada Nurdin melalui ajudan gubernur.

Penggunaan sandi yang diduga untuk pemberian fee diungkap oleh Direktur PT Cahaya Sepang Bulukumba, Raymond Ferdinand Halim, Raymond mengungkap fakta tersebut pada persidangan terdakwa Agung Sucipto, Kamis, 10 Juni. Raymond menjadi direktur di perusahaan milik Anggu.

Raymond Ferdinand Halim menyebut dirinya merupakan bagian dari keluarga Agung Sucipto. Istri Raymond merupakan kemenakan Anggu.

Dia mengaku ditunjuk menjadi direktur PT Cahaya Sepang Bulukumba pada April 2020 lalu. Sejak ditunjuk menjadi direktur, Raymond pun menjadi orang kepercayaan Anggu.

Ia juga aktif memantau pengadaan barang dan jasa di LPSE dan melaporkan ke Anggu terkait proyek yang tayang dan yang akan diikuti lelangnya.

Sebagai orang kepercayaan, Raymond mengaku sering mendapatkan pesan singkat dari Anggu. Dia juga bertugas untuk mengingatkan bosnya itu.

Bagikan berita ini:
8
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar