Butuh Pejabat Loyal, Wali Kota Makassar: Percuma Pintar Kalau Patotoai

Minggu, 13 Juni 2021 16:29

ILUSTRASI. (int)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Wali Kota Makassar, Moh Ramdhan Pomanto tengah merampungkan proses penyusunan kabinet untuk mengarungi pemerintahan lima tahun ke depan.

Berbagai tahapan telah dilakukan Danny-Fatma untuk menjaring pejabat terbaik di Pemkot Makassar. Mulai dari gelaran job fit eselon II, kemudian mutasi eselon III dan IV dan terakhir lelang terbuka untuk eselon II.

Danny mengungkapkan, ada beberapa indikator penilaian untuk pejabat agar lolos kabinetnya. Mulai dari penilaian LHP BPK, LHP Inspektorat, dan orang loyal.

“Kejujuran dalam LHKPN, jadi kalau ada eselon II dan seterusnya mau dipromosikan tidak ada LHKPN jangan harap bisa lolos,” tegas Danny, Minggu (13/6/2021).

Hal itu sejalan dengan visi misi Danny-Fatma, mewujudkan pelayanan publik kelas dunia bebas indikasi korupsi.

Selain itu, yang terpenting, kata Danny, adalah pejabat yang loyal. Seorang pemimpin harus didukung dengan pejabat yang loyal. Sehingga roda pemerintahan bisa berjalan lancar.

“Bukan bermental khianat, loyalitas itu nomor satu, tapi orang loyal mutlak. Tetap saya butuh orang pintar tetapi saya lebih pilih orang loyal daripada orang pintar tapi patotoai,” jelas Danny.

Lebih lanjut, dirinya menekankan Danny Fatma ingin menghilangkan budaya suap yang banyak terjadi. Jangan harap, kata dia mengandalkan uang dan kedekatan bisa masuk dalam jajaran kabinet.

“Jangan harap kedekatan anda mendapat jabatan, apalagi sogok menyogok Danny Fatma jauh dari itu,” sebutnya.

Saat ini, Pemkot Makassar telah merampungkan tahapan job fit untuk pejabat eselon II. Pansel telah merekomendasikan tiga jabatan setiap pejabat yang kemudian disodorkan ke Danny untuk dipilih.

Kata Danny, setelah pejabat eselon II dari hasil job fit dilantik, dirinya akan fokus ke pejabat eselon III terlebih dahulu. Disusul eselon IV.

Artinya, giliran camat, Sekretaris Dinas, Kepala Bagian, dan Kepala Bidang yang akan mendapat giliran untuk diuji. Siapa yang layak masuk dalam kabinet Danny – Fatma mengarungi pemerintahan kedepan.

“Setelah job fit itu kita tata kembali SKPD kita, kemudian yang kosong saya hold dulu. Kemudian saya tata eselon III dulu, kita akan tata kembali,” kata Danny.

Tak sampai di situ, Danny akan meresetting semua pejabat sampai ke tingkat terendah, seperti RT RW. Semua komponen di pemerintahan Danny harus bisa menerapkan kerja cepat dengan sistem smart city.

“Begitu hasil job fit kita Lantik, eselon III eselon Lantik, kemudian eselon IV, RT RW,” tambah Danny.

Terakhir, Danny akan melakukan lelang jabatan eselon II. Hal ini diambil dari jabatan kosong yang tidak terisi dari hasil job fit. (ikbal/fajar)

Bagikan berita ini:
8
2
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar