Pedagang Kecil Pasrah soal PPN Sembako, secara Pribadi Menolak, Tapi Harus Ikut demi Sesuap Nasi

Minggu, 13 Juni 2021 20:50

Ilustrasi sembako

FAJAR.CO.ID, GOWA – Aneka barang sembako berderet rapih di lapak dan kios pedagang di Pasar Rakyat, Sungguminasa, Kabupaten Gowa. Namun siapa sangka, kelak semua itu bakal dikenakan pajak.

Penerapan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) sembako terhadap sejumlah bahan pokok, membuat masyarakat tercekik. Apalagi pembatasan aktivitas ekonomi yang kian membuat rakyat menjerit.

“Kalau saya secara pribadi menolak (penerapan PPN). Tapi kalau memang itu itu terjadi, ya mau diapain lagi. Demi kelangsungan hidup juga,” kata pedagang, Yusuf (38).

Wakil rakyat pun diminta ambil sikap terkait rencana penerapan itu. Mereka diharapkan benar-benar menjadi penolong rakyat. Bukan penambah susah rakyat.

Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kabupaten Gowa sendiri belum bisa berbuat apa-apa terkait rencana itu. Apalagi saat ini masih di masa pandemi.

“Saya menunggu surat edaran dari perpajakan. Termasuk dari Kementerian Perdagangan,” kata Kepala Disperindag Gowa, Andi Sura Suaib, kepada jurnalis Fajar.co.id. (Ishak/fajar)

Bagikan berita ini:
1
1
9
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar