Subur dan Mudah Dikembangbiakkan, Bunga Pukul Empat Miliki Segudang Manfaat

Minggu, 13 Juni 2021 10:14

Bunga Pukul 4 tumbuh subur di samping Masjid As-Syifa, Desa Timbuseng, Kecamatan Pattallassang, Gowa. (FOTO: NURSAM/FAJA...

FAJAR.CO.ID — Siapa yang tak kenal tanaman hias satu ini. Selain keindahan bunganya, tanaman ini punya keunikan tersendiri dibanding tanaman hias lainnya.

Bunga dengan nama latin Mirabilis Jalapa ini hanya mekar pada sore hari yaitu sekitar pukul empat sore sehingga oleh masyarakat tanaman ini digunakan sebagai tanda masuknya waktu ashar. Kemudian, pada pagi hari, saat matahari mulai meninggi, bunga ini pun akan kuncup.

Menurut buku Gembong Tjitrosoepomo yang berjudul Taknsonomi Tumbuhan Spermatophyta, bunga pukul empat termasuk golongan bunga tunggal, terletak di ujung batang atau flos terminalis, serta mempunyai daun pelindung yang saling menyatu.

Bunga ini termasuk ke dalam bunga banci aktinomorf atau sedikit zigomorf. Bunga berbentuk segitiga seperti terompet dengan bagian ujung bertaju lima, benang sari pipih berjumlah 1-10, tersusun dalam dua lingkaran.

Biji mempunyai serbuk sari spheroidal, berukuran 125- 140 μm, pori-pori dengan ukuran melingkar ± 5 µm. Exine 10-15 µm tebal, spinulose; tinggi duri 0,5-1 µm (Prammanick, 2015).

Tanaman bunga Mirabilis jalapa juga populer dengan sebutan kembang pukul empat, pukul ampa (Minahasa), kembang asar (Lampung), kupa oras (Ambon), noja (Bali) dan cako rana (Ternate). Dalam bahasa asing disebut four o’clock plant atau four o’clock flower (Inggris).

Tanaman ini juga disebut gul adnan (Urdu), laleh abbasi (Persia), oshiroi-bana (Jepang), nachtschone (Belanda), purple jasmine (Hong Kong), bella di notte (Italia) atau Belle de nuit (Prancis) yang artinya “beauty of the night”.

Bagikan berita ini:
10
3
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar