Terkuak! Prabowo Beberkan Senjata Ampuh Indonesia yang Ditakuti Negara Lain

Minggu, 13 Juni 2021 14:43

Prabowo Subianto & Deddy Corbuzier

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menyebut Indonesia sejatinya punya senjata ampuh yang ditakuti negara lain. Pertahanan Indonesia adalah pertahanan seluruh rakyat Indonesia. 

“Kita punya senjata ampuh. Yakni perang rakyat semesta. Jadi sebenarnya, pertahanan Indonesia adalah pertahanan seluruh rakyat Indonesia. Itu yang membuat bangsa lain kapok. Karena persatuan rakyat Indonesia itu,” ujar Prabowo dalam Podcast Close the Door bersama Youtuber Deddy Corbuzier, Minggu (13/6/2021).

Menurut Prabowo, persatuan rakyat akan membuat pihak lain berpikir dua kali untuk melakukan invasi ke Indonesia. Bisa dengan alat seadanya seperti pada saat perang kemerdekaan.

“Bisa dengan bambu runcing, ketapel, sumpit atau batu sekalian. Kita lihat contohnya Vietnam, Iraq, Afghanistan,” ungkapnya.

Namun yang perlu ditegaskan olehnya adalah bangsa Indonesia tidak ada niat invasi ke mana pun. Budaya kita, wawasan pertahanan kita adalah defensif. Kita akan membela diri kalau kita diserang. Kita akan mempertahankan kemerdekaan kalau kita dijajah. Tapi kita tidak mau menjajah dan menyerang.

Tapi, Prabowo mengingatkan pemerintah jangan serta merta santai dan rendah diri. Apalagi mendengungkan ramalan bahwa dalam beberapa tahun ke depan tidak akan terjadi perang.

“Nah, ini ada beberapa oknum elite, yang menurut saya, saya enggak ngerti, mungkin kurang baca, kurang cerdas atau apa, gue heran juga. Ada yang bilang, dan meyakinkan pimpinan bahwa Indonesia 40 tahun ke depan tidak akan ada perang,” cetus Ketum Partai Gerindra tersebut.

Prabowo lalu bertanya ke Corbuzier apakah ia bisa melihat masa depan. 40 tahun ke depan misalnya.”Lu bisa baca 40 tahun ke depan? Sakti bener,” kata Prabowo.

Prabowo yang tampak santai dengan kemeja putih itu lalu mengenang saat dirinya akan dilantik menjadi Tentara berpangkat Letnan Dua (Letda). Kala itu, seorang jenderal dari Jakarta menceramahinya bersama calon-calon perwira lainnya bahwa Indonesia tidak akan menghadapi perang dalam kurun waktu 25 tahun ke depan. 

“Ada Jenderal dari Jakarta datang ke Magelang dia kasih ceramah ke kita, ke calon-calon perwira yang besok akan dilantik. Dia bilang para calon perwira sekalian dalam analisa kami Indonesia tidak akan perang dalam 25 tahun yang akan datang, karena itulah para taruna sekarang lebih baik banyak belajar sospol, ini dan itu. Kita dwifungsi, tidak akan ada perang,” kenang Prabowo.

Faktanya justru sebaliknya. Timor Timur tiba-tiba bergejolak setahun kemudian. Peperangan pecah. Ramalan sang jendral terbukti meleset.

“Saya ingat Desember 1974, tepatnya Desember 1975 terpecah Timor Timur dan saya waktu itu begitu lulus saya latihan kecabangan dasar, latihan para komando, akhirnya bulan Maret 76 saya tiba di Timtim,” ucap Prabowo.

“Saya lihat seperti terjadi reuni, reuni sekian angkatan ya di Timtim. Berarti kan perangnya besar itu. Belum satu tahun ramalan jenderal itu, tidak benar. Jadi, kondisinya seperti itu, kita tidak pernah tahu apa yang akan terjadi,” pungkas Prabowo. (endra/fajar)

Bagikan berita ini:
3
5
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar