Anggota Aptrindo: Pungli Tanjung Priok Libatkan Preman dan Oknum Aparat Berseragam

Senin, 14 Juni 2021 11:34

Presiden Jokowi saat di Tanjung Priok (ist)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Anggota Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Daniel Bastian Tanjung menyebut pungli di Tanjung Priok tak cuma melibatkan preman, tetapi juga oknum aparat berseragam.

Praktek pungutan liar (pungli) di pelabuhan Tanjung Priok hingga sepanjang perjalanan menuju pabrik atau jalur distribusi di daerah-daerah, sudah berlangsung belasan bahkan puluhan tahun.

Menurut anggota Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Daniel Bastian Tanjung, pelaku tak cuma melibatkan para preman dan Pak Ogah.

“Pelakunya ada semacam kolaborasi atau kerjasama antara kelompok-kelompok preman dengan oknum-oknum aparat berseragam maupun kelompok masyarakat bukan aparat tapi berseragam,” kata Daniel, Minggu (13/6/2021).

Khusus di titik putaran yang biasa dijaga “Pak Ogah” di kawasan Tanjung Priok, dia melanjutkan, pengemudi mobil pribadi cukup memberi Rp 1000 atau melambaikan tangan bila tak memberi.

Tapi bila hal itu dilakukan oleh para sopir truk kontainer, para Pak Ogah itu akan bertindak anarkistis dengan melempari batu.

“Kalau pak ogah kepada mobil pribadi mungkin diam saja kalau dikasih tangan saja (tidak membayar). Tapi kalau mobil kontainer bisa disambitin batu,” katanya.

“Jangankan preman dewasa, di Priok itu anak-anak di bawah umur pun ada yang berani naik ke truk dan mengambil uang di dashboard mobil,” beber Daniel.

Isu pungli kepada para sopir truk yang beroperasi di Jawa, Sumatera maupun Kalimantan sudah disampaikan langsung oleh para sopir saat berdialog dengan Presiden Jokowi, Selasa (8/6/2021).

Bagikan berita ini:
10
9
7
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar