Dipaksa Umur 27 Tahun

Senin, 14 Juni 2021 11:22

Disway

Oleh: Dahlan Iskan

SAYA pun pernah dipaksa atasan saya. Dibentak. Dimarahi. Pada saatnya, saya juga pernah memaksa anak buah. Membentak. Memarahi.

Rupanya yang seperti itu terjadi kapan saja di zaman apa saja. Kalau paksaan itu membuat yang dipaksa berhasil jadilah kejengkelan dulu itu sebagai kenangan yang manis. Kadang malah bersejarah.

Itu pula yang dialami Mochtar Kusumaatmadja. Dipaksa, dibentak, dimarahi. Berhasil. Lalu membuat Mochtar menjadi profesor, doktor, ilmuwan, menteri, rektor, dan penanda sukses lainnya.

Mungkin Mochtar tidak akan dicatat sejarah sebagai pahlawan Indonesia kalau tidak pernah dibentak Chairul Saleh. Berkat bentakan itu, Mochtar dicatat sebagai pejuang yang membuat wilayah Indonesia bertambah dua kali lipat. Tanpa perang. Tanpa pertumpahan darah. (Disway 8 Juni 2021).

Di mata generasi seperti saya, nama Chairul Saleh itu buruk sekali. Kesannya ia sangat korup. Juga sebagai salah satu yang mengakibatkan ekonomi Indonesia runtuh di akhir Orde Lama.

Kesan itu mungkin akibat pers yang dikendalikan penguasa baru saat itu. Chairul ”hanyalah” menteri Veteran. Tapi kekuasaannya memang besar. Ia disegani. Setelah itu, Chairul menjadi menteri energi. Terakhir sebagai menteri/Ketua MPR(S).

Di zaman saya sekolah, bahkan jasa Chairul Saleh di kemerdekaan Indonesia pun tidak pernah disebut. Padahal berkat militansi para pemuda seperti Chairul Saleh, Wikata, dan Sukarni, Indonesia merdeka 17 Agustus 1945. Merekalah yang memaksa Bung Karno untuk memproklamasikan kemerdekaan itu.

Bagikan berita ini:
8
2
6
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar