Ditolak Almarhum Helmud Hontong, Begini Penjelasan Kementerian ESDM Soal Izin Tambang PT TMS

Senin, 14 Juni 2021 12:47

Wakil Bupati Kepulauan Sangihe Helmud Hontong (Istimewa)

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Bupati Sangihe, Helmud Hontong dinyatakan meninggal dunia dalam penerbangan pesawat dari Bali menuju Manado pada Rabu, 9 Juni 2021.

Banyak pihak yang mengaitkan kematian Hontong dengan penolakannya terhadap perizinan tambang milik PT TMS di Kabupaten Kepulauan Sangihe.

Menanggapi hal itu, Dirjen Mineral dan Batu Bara Kementerian ESDM, Ridwan Djalaluddin membantah tudingan tersebut.

“Pihak Kementerian ESDM benar telah menerima surat pribadi dari Wabup Kepulauan Sangihe tanggal 28 April 2021. Saat ini Ditjen Minerba sedang menjadwalkan pertemuan dengan pihak Kabupaten Kepulauan Sangihe untuk membahas kegiatan pertambangan PT TMS.m,” ujar Ridwan kepada awak media di Jakarta, Senin (14/6).

Kemudian berkaitan dengan permintaan untuk membatalkan izin PT TMS, Ridwan menyampaikan bahwa pihaknya perlu menyampaikan beberapa hal, yaitu pertama, kegiatan pertambangan PT TMS didasarkan atas Kontrak Karya yang di tandatangani oleh Pemerintah dan PT TMS pada tahun 1997

Kedua, kata Ridwan, pemerintah Provinsi Sulawesi Utara telah menerbitkan Izin Lingkungan untuk PT TMS pada tanggal 15 September 2020, dimana dalam Izin Lingkungan dimaksud disebutkan bahwa lokasi yang akan digunakan PT TMS untuk melakukan kegiatan pertambangan hanya seluas 65,48 Ha dari total luas wilayah sebesar 42.000 Ha.

Ketiga, lanjut Ridwan, berdasarkan data Ditjen Minerba KESDM, total luas wilayah PT TMS yang prospek untuk ditambang adalah 4500 Ha (kurang dari 11 persen dari total luas wilayah KK PT TMS)

Bagikan berita ini:
2
4
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar