Israel Punya PM Baru, Kemungkinan Berarti Kemunduran untuk Palestina

Senin, 14 Juni 2021 18:43

Naftali Bennett, Perdana Menteri Israel yang baru. Bennet menggantikan Benjamin Netanyahu (The Times of Israel)

FAJAR.CO.ID, TEL AVIV — Israel kini memiliki Perdana Menteri yang baru menggantikan Benjamin Netanyahu. Nama PM baru itu adalah Naftali Bennett. Bagaimana kira-kira nasib Palestina nantinya saat Israel dipimpin oleh PM Bennett?

Netanyahu kehilangan kekuasaannya. Perdana Menteri terlama di Israel itu gagal mendapatkan dukungan mayoritas setelah pemilihan umum pada Maret tahun ini yakni pemungutan suara keempat yang tidak meyakinkan di negara itu dalam dua tahun terakhir.

Bennet adalah mantan ajudan Netanyahu. Dia seorang politisi berusia 49 tahun dan memiliki orang tua Amerika. Dia mantan pengusaha teknologi yang menghasilkan jutaan dolar AS sebelum beralih terlibat secara mendalam di politik sayap kanan dengan posisi politik nasionalis-agama.

Beberapa pengamat dan surat kabar di Israel telah melabelinya sebagai ‘ultra-nasionalis’ karena pandangannya. Bennett, pemimpin partai Yamina, berbincang kepada The Times of Israel Februari ini.

“Saya lebih sayap kanan daripada Bibi (Netanyahu), tetapi saya tidak menggunakan kebencian atau polarisasi sebagai alat untuk mempromosikan diri saya secara politik,” kata Bennet saat itu seperti laporan The Indian Express, Senin (14/6).

Bennett bekerja untuk Netanyahu sebagai pembantu senior antara tahun 2006 dan 2008. Namun, dia meninggalkan partai Likud Netanyahu, setelah hubungannya dengan Netanyahu memburuk.

Setelah memasuki dunia politik, Bennett bersekutu dengan partai nasional sayap kanan Yahudi, dan masuk Parlemen sebagai wakilnya pada tahun 2013. Bennett dikenal sebagai pendukung kuat negara bangsa Yahudi, dan karena bersikeras pada klaim sejarah dan agama Yahudi atas Tepi Barat, Yerusalem Timur dan Dataran Tinggi Golan, wilayah dekat perbatasan Israel-Syria yang diduduki Israel sejak perang 1967.

Bagikan berita ini:
5
1
4
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar