Kepala BP2MI Sebut Kekerasan Seksual terhadap Pekerja Migran Cukup Tinggi

Senin, 14 Juni 2021 20:28

Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani (Foto: Selfi/Fajar)

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Kepala Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI), Benny Rhamdani mengatakan, salah satu yang menjadi permasalahan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) adalah kekerasan seksual yang cukup tinggi.

Ia menegaskan, pekerja migran yang telah melalui tahap sesuai dengan prosedural selama ini telah dilindungi sejak ia akan diberangkatkan hingga ia kembali. Namun, masih ada beberapa permasahan yang ditemui termasuk kekerasan seksual, utamanya bagi mereka pekerja migran.

“Tentu kita tidak melihat ini dari perempuan atau laki-laki. Semua pekerja migran berhak mendapatkan perlindungan. Bayangkan dia dilindungi sebelum berangkat hingga pulang. Yang dilindungi bukan hanya PMI tapi juga keluarganya,” katanya, Senin, (14/6/2021).

Lebih lanjut kata dia, kasus kekerasan seksual didominasi oleh mereka yang bekerja di negara timur tengah utamanya di Arab Saudi.

Sehingga, menurutnya perlu ada peraturan yang diterbitkan oleh pemda dalam rangka memberikan perlindungan bagi PMI baik dari segi ekonomi, hukum dan sosial.

Karena mereka yang cenderung memilih berangkat tidak resmi inilah yang mendapatkan berbagai tindakan-tindakan kekerasan fisik, kekerasan seksual, gaji tidak dibayar, pemutusan kerja secara sepihak hingga diperjualbelikan dari majikan satu ke majikan lain.

“Terkait kekerasan seksual ini lebih banyak dialami oleh mereka yang di Timur Tengah, Arab Saudi. Tentu ini adalah warning sekaligus alarm bagi negara,” ujarnya.

Bagikan berita ini:
6
6
1
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar