Khofifah Indar Parawansa Sebut Varian B 16172 Covid-19 dari India di Temukan di Surabaya

Senin, 14 Juni 2021 21:57

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa (dok JawaPos.com)

FAJAR.CO.ID, SURABAYA — Angka bed okupansi rate (BOR) atau ketersediaan kamar tidur di rumah sakit di Madura kembali meningkat. Artinya, kamar tidur bagi pasien Covid-19 mulai langka.

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menjelaskan, di RS Syamrabu, Bangkalan, BOR sudah sangat tinggi. ”BOR ICU sebesar 82 persen. Kalau BOR rumah sakit ada di bawah 60 persen. Bahkan 38 persen,” terang Khofifah pada Senin (14/6).

Di sisi lain, dia mengakui, varian B 16172 Covid-19 dari India sudah ditemukan di Surabaya. Varian itu menjadi penyebab lonjakan kasus di Kudus, Jawa Tengah.

”Dari Unair. Pagi tadi (14/6) saya dapat info dari rektor. Dari 24 genom sequencing, sudah keluar 3. Terkonfirmasi ada mutasi B 16172,” jelas Khofifah.

Varian itu, kabarnya diderita pekerja migran Indonesia (PMI) yang kembali ke Indonesia. Hanya saja, dia belum mendapatkan konfirmasi kontak erat mereka.

”Kami masih cek. Saat ini masih kami pastikan asal negara. Saya ingin menegaskan bahwa mereka masuk ke Indonesia menggunakan international flight. Mereka mendarat di Juanda,” kata Khofifah.

Bila mendarat di Bandara Internasional Juanda, Surabaya, PMI melakukan serangkaian tes yang dikoordinasikan KKP atau Kantor Kesehatan Pelabuhan dan juga Danrem (Komando Resor Militer).

”Kemudian semua karantina di Asrama Haji Surabaya. Insya Allah aman. Soalnya mereka dijemput setelah swab negatif,” ujar Khofifah.

Bagikan berita ini:
5
8
5
Tetap terhubung dengan kami:

Komentar